Sabtu, 11 April 2026

Religi

Ciri-ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah, Lengkap Bacaan Doa Agar Menjadi Haji Mabrur

Haji yang mabrur, menurut bahasa, merujuk kepada haji yang baik atau diterima oleh Allah SWT. Namun, dalam istilah syar'i, haji mabrur memiliki makna

Penulis: M Arif Hidayat | Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda atau ciri-ciri yang dimiliki oleh individu yang mendapatkan predikat mabrur atas hajinya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Haji yang mabrur, menurut bahasa, merujuk kepada haji yang baik atau diterima oleh Allah SWT. Namun, dalam istilah syar'i, haji mabrur memiliki makna yang lebih spesifik.

Haji mabrur merujuk kepada haji yang dilaksanakan dengan mematuhi petunjuk Allah dan Rasul-Nya, memperhatikan syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban yang ditentukan, serta menghindari perbuatan-perbuatan yang diharamkan (muharramat).

Pelaksanaan haji mabrur harus dilakukan dengan konsentrasi dan penghayatan yang sepenuhnya, semata-mata didorong oleh iman dan keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW memberikan penjelasan mengenai pahala atau balasan yang diterima oleh jamaah haji yang mendapatkan predikat mabrur.

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya, “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga,” (HR Bukhari).

Memang, predikat mabrur adalah hak prerogatif Allah SWT untuk diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Namun, terdapat ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh seseorang yang dapat meraih haji mabrur.

Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai tanda-tanda atau ciri-ciri yang dimiliki oleh individu yang mendapatkan predikat mabrur atas hajinya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: "إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Artinya, “Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’”

Meskipun hadits ini telah dinyatakan munkar syibhul maudhu’ oleh Abu Hatim dalam kitab Ilal ibn Hatim, namun terdapat riwayat lain yang dianggap marfu’ dan memiliki banyak syawahid.

Bahkan, hadits ini telah divonis sebagai Shahihul Isnad oleh Al-Hakim dalam kitab Mustadrak-nya, meskipun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Haji Mabrur, Pengertian dan Ciri-cirinya Menurut Rasulullah SAW

Baca juga: Ucapan untuk Orang yang Berangkat Haji Mabrur, Ekspresikan Kebahagiaan Penuh Sarat Doa dan Harapan

Sebagaimana dikutip Imam Badrudin Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya.

سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved