Minggu, 10 Mei 2026

Khofifah Indar Parawansa ke Bengkulu

Khofifah Beri Tips Pemprov Bengkulu Agar Optimalkan Produksi Beras Seperti di Jawa Timur

Provinsi Bengkulu jadi provinsi ke 30, yang dikunjungi oleh Gubernur Jawa Timur, untuk bersinergi dalam misi dagang dan investasi

Tayang:
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Ho
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU di Ruang Garuda, Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Bengkulu, Minggu, (2/7/2023). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Provinsi Bengkulu jadi provinsi ke 30 yang dikunjungi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk bersinergi dalam misi dagang dan investasi Jawa Timur.

Dilanjutkan dengan MoU kerjasama di empat sektor yaitu sektor pertanian, perkebunan  perikanan dan peternakan.

Pada kunjungannya ini, Khofifah pun sempat membagikan tips, dalam mengoptimalkan hasil produksi beras Jawa Timur.

Bukan tanpa sebab, pasalnya salah satu keunggulan sektor pertanian Jatim adalah produksi beras dan kualitasnya.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah ke Bengkulu, Bawa Misi Dagang dan Investasi

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi di Jatim tahun 2020 tercatat 9,94 juta ton, tahun 2021 tercatat sebesar 9,789 juta ton dan tahun 2022 tercatat sebesar 9,526 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

 

"Tingginya produksi padi ini salah satunya didorong oleh faktor teknik mekanisasi. Dimana padi tidak dipanen secara manual, melainkan menggunakan combine harvester sehingga bisa mengurangi potensi loss 9 sampai 11 persen, " ungkap Khofifah. 

Kemudian proses pasca panennya, lanjutnya, ada menggunakan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern baik dryer maupun Rice Milling Unit (RMU). 

"Kebutuhan-kebutuhan alsintan yang secara kebijakan sesungguhnya sangat dimungkinkan bisa diputuskan untuk memberikan penguatan kepada petani dan Gapoktan dengan pinjaman skema grace periode," imbuhnya. 

Selain itu, proses pengeringan padi dengan menggunakan vertikal dryer maupun bed dryer selanjutnya diproses melalui RMU dapat meningkatkan kualitas beras dari medium menjadi premium. Perubahan medium ke premium. 

 

Hal ini karena kandungan airnya bisa berkurang sehingga proses pengolahan berikutnya berasnya bisa utuh kemudian warnanya putih dan seterusnya. Pada akhirnya nilai tambahnya bisa meningkat karena kualitasnya menjadi premium. 

 

"Jadi beberapa hal yang bisa memberikan nilai tambah petani sesungguhnya secara teknologi sudah dimungkinkan, jika ada skema pinjaman grace period akan sangat membantu petani," tuturnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved