Kisah Perjuangan Niatus

Kisah Niatus, Wanita Difabel yang Dibuang Orang Tua Sejak Lahir Kini Jadi Wanita Sukses

Niatus Sholihah (20) gadis difabel asal Bondowoso Jawa Timur yang dibuang oleh orang tuanya sendiri sejak lahir kini menjadi wanita sukses.

Kolase TribunBengkulu.com
Niatus Sholihah (20) gadis difabel asal Bondowoso Jawa Timur yang dibuang oleh orang tuanya sendiri sejak lahir kini menjadi wanita sukses. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Niatus Sholihah (20) gadis difabel asal Bondowoso Jawa Timur yang dibuang oleh orang tuanya sendiri sejak lahir kini menjadi wanita sukses.

Akun TikTok milik Niatus kini telah diikuti oleh 1,5 juta orang dan instagramnya sudah memiliki 9,4 ribu pengikut.

Niatus mulai dikenal masyarakat lantaran kerap membagikan kisah hidupnya di TikTok.

Bahkan salah satu unggahan Niatus di akun TikToknya FYP hingga ditonton lebih dari 20 juta kali.

Namun, dibalik kesuksesan niatus, tersimpan kisah kelam yang menyayat hati.

Dalam akun TikTok @niatus16_MANS, pada Jumat (4/8/2023), Niatus Sholihah membagikan kisahnya.

Ia bercerita, sejak lahir dirinya telah ditinggal oleh kedua orangtuanya karena mengetahui sang anak memiliki keterbatasan fisik.

"Mereka tidak mau menerimaku dalam hidupnya karena fisik yang aku punya," katanya mengawali cerita.

Baca juga: Kisah Pilu Siswa SMP di Luwu, Berangkat ke Sekolah Dari Subuh Hingga Jalan kaki 20 Km Setiap Hari

Bahkan gadis berusia 20 tahun ini tidak pernah merasakan kehangatan pelukan orang tua.

"Tidak ada yang mau dikasih cobaan yang begitu berat, Dari lahir belum pernah tahu dipeluk orang tua, jangankan itu satu rumah sama orang tua aja belum pernah," sambungnya.

Sejak lahir, Niatus tinggal dan dibesarkan oleh kakek dan nenek dari pihak sang ibu.

Kakek dan neneknya kemudian ia anggap sebagai pahlawan dalam hidupnya karena telah berjuang mati-matian merawat dan membesarkannya hingga kini.

Sang kakek bekerja tak mengenal waktu sebagai penjual balon keliling untuk memenuhi kebutuhan sang cucu yang terlahir tanpa kedua tangan.

"Kerja pagi siang malam, hujan panas kakek selalu bekerja agar kebutuhanku terpenuhi," imbuhnya, melansir dari SerambiNews.

Meski hanya berjualan balon, namun sang kakek berhasil menyekolahkan Niatus hingga ke jenjang SMA.

Baca juga: Kisah Mbah Suyatmi Wisuda S1 Diusia 116 Tahun, Dikenal Aktif dan Ingin Lanjutkan S2

Menyadari nafkah untuk dirinya bukan tanggung jawab sang kakek, Niatus kemudian mencoba mencari peruntungan lain dengan menjadi pelukis henna tangan keliling.

Meski tangannya tak sesempurna seperti ciptaan Tuhan lainnya, namun Niatus berhasil merangkai pola henna dengan sangat cantik dan rapi.

Berkat ketekunannya itu, Niatus berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah meski tidak banyak.

Disamping itu dia juga mencoba berjualan online shop, menjual gambar hasil karyanya, aksesoris dan masih banyak lagi.

Dari hasil jualan, Niatus pelan-pelan bisa merenovasi rumah yang ia tempati bersama kakek dan nenek.

Di balik perjalanan panjang yang ia lalui, Niatus mengaku banyak menerima ujian hidup. Ia kerap dibully, direndahkan, diejek, hingga dijauhkan oleh teman-teman.

"Namanya manusia pasti ada kalanya capek dengan keadaan, pernah sampe insecure, patah semangat gamau lagi untuk ngapa-ngapain karna malu," kata dia.

Menyadari hidupnya tidak bisa terus-terusan dibantu orang lain, Niatus mulai bertekad dan berkomitmen bahwa dirinya mampu.

Niatus mulai dikenal banyak orang usai salah satu video TikToknya FYP hingga ditonton lebih dari 20 juta kali tayangan.

"Kaget banget video gabut yang aku buat booming di semua sosial media, ditonton berjuta-juta kali, banyak yang repost, banyak dapat dukungan semangat dari orang-orang," lanjutnya dengan emoji menangis.

Sejak saat itu, Niatus semakin aktif sebagai konten kreator, akun TikToknya kini sudah memiliki pengikut sebanyak 1,5 juta orang.

Lalu di platform Instagram @niatus_nyanya mendapat 9,4 ribu pengikut.

Niatus kemudian mulai ramai dikenal banyak orang dan mendapat banyak undangan hingga tawaran rekaman di Semarang, gadis berbadan mungil ini memang dikenal memiliki suara yang merdu.

Tidak lama setelah itu, rezeki Niatus layaknya musim hujan yang membasahi bumi, datang tanpa henti.

Kabar selanjutnya, Niatus mendapat tawaran beasiswa kuliah di Universitas PGRI Semarang, semua ini dibiayai gratis.

Selama masa kuliah, Niatus termasuk anak yang berprestasi. Hal tersebut terlihat dalam potret beberapa sertifikat dan piala prestasi yang diunggahnya.

Saat semester 4 kemarin, Niatus berhasil menjadi salah satu peserta terpilih untuk mengikuti program PPL dan KKN Internasional di Thailand.

"Nangis banget dengan kesempatan ini, ga nyangka bisa naik pesawat ke luar negeri," katanya dengan emoji menangis.

Dalam perjalanan hidup, Niatus bertemu banyak orang, salah satunya yang ia sebut sebagai Ayah Mansuri. Sosok pria ini dianggap sebagai ayah kandungnya.

Bahkan berkat pria tersebut, Niatus kini dikenal oleh banyak artis Tanah Air, terbaru Niatus hadir dalam Rans Entertainment milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Kini, Niatus memiliki impian besar untuk memberikan semangat kepada anak-anak difabel lainnya. Ia bercita-cita mendirikan sekolah khusus yang memberikan pendidikan kepada anak-anak seperti dirinya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved