Jumat, 24 April 2026

Oknum Polisi di Makssar Aniaya Warga

Sosok Darmawan, Korban Diduga Dianiaya 3 Oknum Polisi Hingga Tewas

Sosok Darmawan korban yang tewas diduga dianaya oknum polisi ternyata mantan residivis pencurian handphone.

Editor: Kartika Aditia
(Kompas.com/Darsil Yahya M)
Kolase Jenazah Darmawan (47) Warga Jl Bunga Eja, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala Makassar, Sulsel saat akan dimasukan ke mobil. Sosok Darmawan, Korban Diduga Dianiaya 3 Oknum Polisi Hingga Tewas 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Darmawan korban yang tewas diduga dianaya oknum polisi ternyata mantan residivis pencurian handphone.

Hal itu diungkap oleh Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), AKBP Ridwan JM Hutagaol saat menjelaskan kronologi tewasnya Darmawan.

"Pelaku ini residivis tahun 2021 pencurian handphone. Adapun pencurian enam LP ini semuanya pencurian handphone,"

"Diantaranya ada viral juga di media, dia pelaku pencurian handphone yang sudah diberitakan di Kota Makassar ini," ucap Ridwan saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (23/8/2023) malam dilansir dari Kompas.com.

Darmawan sendiri merupakan warga Jalan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Darmawan diduga tewas saat tiga anggota Jatanras Polrestabes Makassar akan melakukan penangkapan terhadap korban.

Ridwan menjelaskan, saat ditangkap Darmawan sedang pesta minuman keras (miras) kemudian perlawanan terhadap anggota polisi.

Tak hanya itu saja ia juga mengatakan jika pelaku juga sangat lihai saat akan ditangkap.

Sehingga membutuhkan informasi yang tepat dalam mengamankan pelaku.

Baca juga: Oknum Polisi Bripda WK di Sulbar Diduga Hamili Mahasiswi Hingga Paksa Aborsi

"Namun korban memberontak saat diringkus. Tiba-tiba pelaku (korban) tidak sadarkan diri, apakah korban langsung tersentak, pingsan kita tidak tahu. Kira lakukan otopsi saja nanti," ujarnya.

"Kita tidak memastikan (bagaimana pelaku meninggal) yang penting anggota saya saat itu dalam melakukan pengamanan. Namun mungkin karena ada perlawanan, sehingga terjadi keributan dan mengakibatkan korban meninggal," sambungnya.

Selain itu, saat tiga anggota Jantaras meringkus pelaku, kata Ridwan, masyarakat ikut melakukan penyerangan terhadap ketiga anggota tersebut, sehingga anggota berusaha mengamankan dan menyelamatkan diri dari serangan masyarakat.

Kala itu, saat tiga anggota Jantaras meringkus pelaku, kata Ridwan, masyarakat ikut melakukan penyerangan terhadap ketiga anggota tersebut.

Sehingga anggota berusaha mengamankan dan menyelamatkan diri dari serangan masyarakat.

"Warga menyerang, ada yang melempar, jadi kendaraan anggota tersandera (di TKP)," ujarnya.

Terkait dugaan keluarga korban yang mengatakan kemaluan Darmawan diinjak dan beredarnya info jika korban ditembak, Ridwan mengaku belum mengetahuinya, pihaknya mengaku menggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara.

"Untuk sementara luka tembak kita tidak tahu karena saya cuma bisa membawa korban sama tim saya untuk dilakukan otopsi. Supaya hasil otopsi tidak ada yang berandai-andai," jelasnya.

Sementara itu, keluarga korban juga menjelaskan kronologi tewsnya Darmawan.

Ipar korban, Fatmawati mengatakan jika Darmawan dipukul saat berada di tempat nongkrongnya di Jalan Tinumbu yang tak jauh dari rumah korban.

Baca juga: Ogah Bayar Denda Tilang, Pria di Bandar Lampung Nekat Curi Mobilnya di Kantor Polisi

"Menurut info warga di sana (TKP) polisi yang pukul," ujarnya dikutip TribunBengkulu dari Kompas.com, Kamis (24/8/2023)

Kendati demikian, Fatmawati tak mengetahui betul apa yang menjadi penyebab saudara iparnya dipukul.

Kami tidak tahu apa masalahnya sampai dipukul. Kami dapat kabar kalau dia sudah meninggal, baru kami ke sana (TKP)," sambungnya lagi.

Saat itu, ia mendapat kabar iparnya dipukul hingga meregang nyawa pada pukul 16.30 Wita.

"Habis (shalat) azar kejadiannya, 3 orang anggota polisi katanya yang pukul kata orang di sana, tapi kami tidak lihat, cuma kata warga di sana," tutur dia.

Fatmawati menyebut, akibat penganiyaan itu, iparnya mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Dia mengungkapkan, selama ini, iparnya tidak punya masalah dengan orang lain atau punya kasus kriminal.

"Setahu saya tidak ada masalahnya," imbuh dia.

Dia menyesalkan iparnya dipukul oknum polisi, sebab aparat harusnya bertugas mengayomi masyarakat.

"Kami keluarga korban, menuntut keadilan karena ini pembunuhan," ujar dia.

Melansir dari Kompas.com, berdasarkan pantauan polisi dan warga sempat memadati rumah korban.

Selain itu, ada juga mobil inafis.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit (RS) Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com Kronologi Versi Polisi Tewasnya Darmawan yang Diduga Dianiaya 3 Anggota Polri

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved