Kontroversi Rocky Gerung

Profesi Waluyo Wasis Nugroho Pria Lempar Botol ke Rocky Gerung Ternyata Ketua Umum PNIB

Profesi Waluyo Wasis Nugroho pria yang lempar botol ke Rocky gerung akhirnya terkuak.

Penulis: Yuni Astuti | Editor: Kartika Aditia
Kolase TribunBengkulu.com / IG terang_media / IG Waluyo Wasis Nugroho
Kolase foto Rocky gerung dan Waluyo Wasis Nugroho. Profesi Waluyo Wasis Nugroho Pria Lempar Botol ke Rocky Gerung Ternyata Ketua Umum PNIB 

Dalam video yang beredar terlihat ada Rocky Gerung, Refly Harun, Saut Sitomorang dan Ketua BEM KM UGM Gielbran M Noor serta Ekonom Awally Rizki yang dilempat menggunakan botol oleh massa.

Situasi mulai memanas kerika Rocky gerung menjadi pembicara dengan judul 'Masa Depan Demokrasi di tengah Derasnya Arus Korupsi' dimulai.

Baca juga: Sosok Wanita yang Hina TNI Pangkat Tamtama Sebut Gaji Kecil Diduga Mahasiswi Kesehatan

Massa yang melempar botol ke Rocky tgerung itu mengatasnamakan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) sudah meneriakkan penolakan atas kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun.

Dibalik barikade polisi berpakaian lengkap, mereka pun membentangkan spanduk bertuliskan 'Yogyakarta Kota Pelajar, budaya dan Bermartabat. Tolak Rocky Gerung dan Refly Harun'.

Diskusi kebangsaan yang digelar Mahasiswa HMI Komisariat FEB UGM dan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Bulaksumur-Karangmalang (IMM BSKM) di Kopi Nuri di Jalan Anggajaya Condongcatur Kapanewon Depok Sleman, Yogyakarta pada Jumat (8/9/2023).

Rocky Gerung, Refly Harun, Saut Sitomorang dan Ketua BEM KM UGM Gielbran M Noor serta Ekonom Awally Rizki diserang dengan menggunakan botol.

Usai Rocky gerung dan Refly Hasan dilempar botol, massa dan peserta diskusi bersitegang.

Meski Rocky Gerung dan Refly Hasan ditolak, mereka masih tetap melanjutkan diskusi hingga selesai.

Massa dari peserta diskusi sempat hampir baku hantam dengan massa penolak yang berada di tepian tempat diskusi.

Petugas langsung berupaya mengendalikan situasi.

Tak berselang lama, tensi kedua massa berangsur menurun.

Refly mengatakan semarah-marahnya menolak seharusnya jangan sampai melakukan kekerasan.

Orang yang melakukan kekerasan, menurut dia, sudah pasti tidak benar.

Apalagi, persoalan penolakan tersebut berkaitan dengan ucapan Rocky Gerung ke Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Tidak ada hubungan dengan dirinya.

Bagi dia, sepanjang hanya protes sebenarnya tidak apa-apa.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved