Senin, 13 April 2026

Berita DPRD Provinsi Bengkulu

Keluhan Petani soal Pupuk Subsidi dan Bibit Tanaman, Edi Ramli Minta Pemda Lakukan Ini

Ketersediaan pupuk subsidi dan juga bibit tanaman baik komoditas perkebunan, pertanian ataupun holtikultura masih menjadi salah satu persoalan petani.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Ho TribunBengkulu.com
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Irwan Eriadi. Ketersediaan pupuk subsidi dan juga bibit tanaman baik komoditas perkebunan, pertanian ataupun holtikultura masih menjadi salah satu persoalan petani. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu Irwan Eriadi, SE, M.Si mengatakan, ketersediaan pupuk bersubsidi dan juga bibit tanaman baik komoditas perkebunan, pertanian ataupun holtikultura masih menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi petani di Provinsi Bengkulu

"Ke depan diharapkan pemerintah daerah (Pemda, red) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD, red) terkait, dalam mencari solusi terbaik untuk memecahkan persoalan ini," kata Edi Ramli, sapaan akrabnya.

Ketersediaan pupuk bersubsidi dan juga bibit tanaman secara tidak langsung berdampak terhadap produktifitas sektor pertanian dan perkebunan, yang tentunya juga berpengaruh terhadap taraf hidup para petani. 

APBD Perubahan Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran (TA) 2023 telah disahkan, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Paripurna, Rabu (27/9/2023).
APBD Perubahan Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran (TA) 2023 telah disahkan, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Paripurna, Rabu (27/9/2023). (Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com)

Misalnya pupuk bersubsidi, didapatinya petani mengaku kesulitan untuk mendapatkannya. Padahal pupuk ini memiliki peranan penting untuk meningkatkan produktifitas tanaman para petani.

 "Kalau harus membeli pupuk yang non subsidi, para petani tidak sanggup," tegasnya

Lalu, berkaitan dengan bibit tanaman juga menjadi kendala bagi petani. Di mana untuk mendapatkan hasil yang bagus, kualitas bibit turut mempengaruhi. 

"Persoalannya untuk mendapatkan bibit tanaman yang berkualitas itu, harganya tinggi. Sehingga petani berharap pemda dapat memfasilitasi," kata Politisi Partai Gerindra ini. 

Menurutnya, dengan dua persoalan ini pihaknya mendorong agar pemda baik tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para petani tersebut.

Agar nantinya taraf hidup masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai petani bisa meningkat.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved