Makanan Khas
Mengenal Tembiluk, Makanan Khas Dayak yang Ekstrem Namun Bergizi Tinggi
Makanan khas Dayak yang dikenal dengan tembiluk, beberapa waktu lalu sempat viral karena bentuknya yang menggelikan dan cukup ekstrem.
TRIBUNBENGKULU - Makanan khas Dayak yang dikenal dengan tembiluk, beberapa waktu lalu sempat viral karena bentuknya yang menggelikan dan cukup ekstrem.
Selain dikenal sebagai makanan khas Dayak, tembiluk juga dikenal sebagai makanan yang juga dapat ditemukan di tradisi Papua dan Sulawesi Tenggara.
Tembiluk sebenarnya bukanlah makanan olahan, tapi adalah nama hewan mirip cacing yang hidup di pohon bakau yang membusuk.
Jadi keberadaan tembiluk sangat tergantung dengan keberadaan pohon bakau atau mangrove sebagai bahan makanannya.
Tembiluk biasanya bisa dimakan langsung tanpa campuran penyedap rasa ataupun campuran lainnya.
Bisa Dimakan Mentah
Tembiluk biasanya bisa dimakan langsung tanpa campuran penyedap rasa ataupun campuran lainnya.
Tembiluk bisa langsung dikonsumsi usai dikeluarkan dari dalam batang pohon bakau.
Cara menikmati tembiluk mentah ini sudah umum bagi masyarakat Dayak atau Sulawesi Tenggara.
Namun, kalau baru pertama kali makan tambelo, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini.
Pertama, kamu harus memegang tembiluk tepat di bagian kepalanya, lalu angkat tembiluk hingga tinggi.
Baca juga: Rahasia Kelezatan Sate Maranggi: Makanan Khas Jawa Barat yang Menggoda Selera

Selanjutnya mulai masukkan tembiluk tersebut ke dalam mulut, dan langsung ditelan layaknya makan papeda.
Kalau salah atau tidak sengaja menggigit tembiluk, kemungkinan besar isi perut tembiluk akan pecah dan bisa membuat eneg orang yang baru akan mengonsumsinya.
Selain dikonsumsi mentah, tembiluk juga bisa diolah terlebih dahulu dengan menambahkan beberapa bahan.
Kamu bisa memisahkan kepala serta gigi tembiluk, lalu mengeluarkan isi perutnya dan memberi perasan jeruk nipis atau mencampur tembiluk dengan cabai dan tomat agar lebih segar.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Kuliner di Bengkulu, Sediakan Makanan Khas dan Wajib Kamu Kunjungi
Beberapa orang menyukai penyajiannya menggunakan perasan jeruk nipis, garam, bawah merah dan cabai.
Meski terlihat menjijikannya, sebenarnya rasa tembiluk cukup lezat.
Dari pengakuan mereka yang pernah mencicipinya, tembiluk memiliki tekstur yang kenyal dan berair.
Sementara rasanya, sangat lezat dan tidak amis sama sekali, bahkan jika dimakan langsung.
Bergizi Tinggi
Walaupun bentuknya mirip dengan cacing, tapi sebenarnya makanan khas Dayak ini sama sekali berbeda dengan cacing.
Ukuran tubuhnya juga berbeda jauh dengan cacing, karena tembiluk memiliki ukuran yang jauh lebih besar dan panjangnya bisa mencapai 30 cm.
Tembiluk juga memiliki semacam taring berwarna putih yang disebut palet di mulutnya.
Baca juga: Bagar Hiu, Makanan Khas Bengkulu yang Selalu Dirindukan Bung Karno. Begini Resep Memasaknya
Tembiluk termasuk dalam keluarga moluska, keluarga yang sama dengan kerang, siput, gurita dan cumi-cumi.
Moluska adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang dan bertubuh lunak.
Tembiluk memiliki nama ilmiah Bactronophorus thoracites dari famili Teredinae yang juga dikenal sebagai cacing pengerek kayu.
Dengan bentuknya yang eksrem dan tidak semua orang mau mencobanya karena dianggap menjijikan, sebenarnya tembiluk adalah makanan yang bergizi tinggi.
Hasil penelitian sekolah Pascasarjana Intitut Pertanian Bogor menunjukkan, bahwa tembiluk memiliki kandungan protein yang tinggi
Rata-rata kandungan protein tambelo kering adalah 42,77 persen. Sementra lemak rata-rata 14,27 persen dan karbohidrat 30,45 persen.
Oleh karena itu, di dalam tradisi masyarakat Papua, tembiluk dapat dijadikan sumber nutrisi atau untuk mengobati sakit pinggang, batuk, rematik hingga meningkatkan air susu ibu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.