Ekonomi Islam
Apa itu SGIE? Pertanyaan 'Jebakan' Gibran Saat Debat Cawapres
SGIE menjadi trending topic usai ditanyakan Calon Wakil Presiden Gibran Rakabumi Raka kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat debat cawapres 2024.
TRIBUNBENGKULU.COM - SGIE menjadi trending topic usai ditanyakan Calon Wakil Presiden Gibran Rakabumi Raka kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat debat cawapres 2024.
Pertanyaan tersebut dianggap 'jebakan' Gibran kepada Cak Imin dalam debat cawapres karena ditanyakan tanpa memberi penjelasan, menurut lembaga analisis media sosial Drone Emprit.
Setelah debat cawapres 2024, istilah SGIE menjadi trending topic di media sosial dengan lebih 35.500 mention.
Lantas apa sebenarnya SGIE yang dianggap menjadi 'jebakan' Gibran dalam debat cawapres 2024?
SGIE adalah singkatan dari State of the Global Islamic Economy, report atau laporan indikator ekonomi halal di dunia Islam yang dirilis oleh Dinar Standard.
Baca juga: BI Prediksi Ekonomi Bengkulu 2024 Tetap Tumbuh karena Pemilu, Investor Ambil Sikap Wait and See
Dinar Standard adalah perusahaan riset atau lembaga kajian internasional yang fokus pada ekonomi Islam global, termasuk di dalamnya perdagangan dan industri produk halal.
Dinar Standard setiap tahunnya mengeluarkan laporan ekonomi Islam Global yang kemudian disebut The State of The Global Islamic Economi Report.
Hingga saat ini, Dinar Standar telah mengeluarkan laporan edisi ke-9, dan Indonesia berada di peringkat empat di bawah Malaysia, Arab Saudi dan UEA.
Malaysia memimpin di laporan SGIE edisi ke-9 dengan investasi dalam sektor ekonomi Islam mencapai US$25,7 miliar di tahun 2020-2021.
Laporan SGIE terakhir juga mengestimasikan bahwa setidaknya umat Islam di dunia menghabiskan US$2 triliun pada 2021, dengan pertumbuhan 8,9 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Judul Skripsi Ekonomi Islam dan Syariah Mudah Dipahami, Lengkap Metode Kuantitatif dan Kualitatif
Diperkirakan, pada tahun 2025, umat Islam di dunia akan menghabiskan US$2,8 triliun pada tahun 2025 untuk industri halal.
Sejumlah kriteria yang menjadi penilaian mencakup sektor keuangan Islam, makanan dan minuman halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, perjalanan ramah Muslim, fesyen sederhana, serta media dan rekreasi bertema Islam.
Laporan yang dibuat oleh Dinar Standard dan didukung oleh Departemen Ekonomi dan Pariwisata (DET) di Dubai.
Selain itu, dalam SGIE Report 2022, produk makanan halal (halal food) Indonesia juga dilaporkan menempati peringkat dua dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tangkap-Layar-SGIE.jpg)