Rabu, 15 April 2026

Doa

Waktu Terbaik Sholat dan Doa Sholat Dhuha, Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Sholat dhuha adalah amalan bagi umat muslim di pagi hari dan memanjatkan doa sholat dhuha memiliki banyak keutamaan.

Youtube Adi Hidayat Official
Waktu terbaik untuk sholat dan doa Sholat Dhuha, penjelasan ustadz Adi Hidayat. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sholat dhuha adalah amalan bagi umat muslim di pagi hari dan memanjatkan doa sholat dhuha memiliki banyak keutamaan.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa waktu sholat dhuha dan memanjatkan doa sholat dhuha yang yang terbaik adalah di awal waktu dhuha.

"Pertama waktunya dulu, waktunya dimulai sejak waktu syuruq. Syuruq itu awal dhuha," kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official.

"Perjalanan matahari, mulai dari fajar terbit, sampai berada di posisi tempat terbitnya. Sampai kemudian bergeser lagi. Sekira bayangan itu 1 tombak kurang lebih."

"Kalau kita nanam tombak, sampai kokoh, ada matahari, bayangannya 1 tombak, sama dengan itu. Itu adalah waktunya syuruq."

Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, bayangan yang satu tombak itu, artinya sudah masuk waktu syuruq.

"Syuruq itu awal dhuha," katanya.

Menurutnya, sholat dhuha dan memanjatkan doa sholat dhuha di awal waktu dhuha ini memiliki kemuliaan dan haditsnya shahih.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

Artinya: Siapa yang sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali)," (HR Tirmidzi).

Baca juga: Doa, Amalan, dan Jadwal Puasa Bulan Rajab 2024 Sesuai dengan Anjuran Rasulullah SAW

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, dalam beberapa versi, untuk mendapatkan kemuliaan tersebut harus sholat berjamaah di masjid.

"Kecuali ada udzur, tidak memungkinkan ke masjid, terutama perempuan yang tidak memungkinkan ke masjid," jelasnya.

"Jadi ibu tidak usah berkecil hati, kalau ingin dapat awal dhuhanya, maka tunaikan berjamaah di rumah, misal dengan asisten rumah tangga atau anak perempuan yang tidak ke masjid."

Kemudian, lanjutnya, dia tidak langsung beranjak, duduk dulu berdzikir, bisa berdoa, kalimat thayyibah, atau taklim.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved