Berita Kepahiang
Waspada DBD Meningkat di Kepahiang, Sudah Ditemukan 10 Kasus Selama Januari 2024
Waspada DBD Meningkat di Kepahiang, Sudah Ditemukan 10 Kasus. Kasus ini meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu yang hanya 3 kasus pada Januarinya.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Ditengah curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi hal yang perlu diwaspadai.
Ini karena penyakit DBD masih banyak ditemukan di Kabupaten Kepahiang, sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang mencatat sudah ada 10 kasus DBD yang ditemukan.
Bahkan jika di bandingkan bulan Januari tahun sebelumnya, kasus DBD ini di kategorikan mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Tadjri Fauzan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wisnu Irawan mengatakan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2024 hingga saat ini terdata sudah ada 10 kasus DBD yang ditemukan.
Rinciannya 5 kasus di wilayah Puskesmas Pasar Kepahiang, 2 kasus di wilayah Puskesmas Cugung Lalang dan 3 kasys di wilayah Puskesmas Durian Depun.
Tentu saja jumlah ini bisa dikatakan meningkat dari tahun sebelumnya yang mana hanga ada 3 kasus saja pada bulan Januari 2023 lalu.
Baca juga: Pengakuan Kakak Adik asal Kepahiang, Curi Kopi di Rejang Lebong Demi Kebutuhan Hidup
"Sejauh ini sudah ada 10 laporan kasus DBD yang masuk," kata Wisnu, Rabu (24/1/2024).
Kasus DBD memang kerap meningkat pada awal dan akhir tahun ini dikarenakan pada waktu itu, cuaca sedang terjadi peningkatan curah hujan.
Apalagi waktu berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab DBD adalah musim hujan, selain suhu yang pas juga banyak ditemukan genangan air.
"DBD ini memang begitu, awal tahun dan akhir tahun, tapi tahun ini kita upayakan kasusnya menurun,"lanjut Wisnu.
Pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi terkait kejadian ini, bila didapati di daerah itu ada 2 kasus lebih yang memiliki gejala yang sama dan ditemukan jentik nyamuk banyak maka bisa dikatakan sebagai zona merah.
Jika hanya ada satu kasus, maka akan dicari terlebih dahulu sebelum pasien bisa terpapar DBD.
Hal ini dilakukan agar pihaknya bisa mengambil tindakan pencegahan penyebaran yang pas.
"Jadi nanti bisa kita arahkan ke pelaksanaan fogging atau larvasida,"papar Wisnu.
| Jelang Iduladha, Dinas Pertanian Kepahiang Vaksinasi PMK dan Siapkan 2.000 Dosis |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Alasan Wanita di Kepahiang Manjat Tower Malam Hari, Ternyata Cinta Tak Direstui |
|
|---|
| Motif Perempuan Naik Tower di Kepahiang Malam Hari, Tak Direstui Menikah |
|
|---|
| Aksi Nekat Perempuan Naik Tower di Kepahiang Akhirnya Turun dengan Syarat Khusus |
|
|---|
| Perempuan yang Naik Tower di Kepahiang Malam Hari Akhirnya Mau Turun dengan Syarat Khusus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Fogging-dbd.jpg)