Senin, 20 April 2026

Berita Kepahiang

Waspada DBD Meningkat di Kepahiang, Sudah Ditemukan 10 Kasus Selama Januari 2024

Waspada DBD Meningkat di Kepahiang, Sudah Ditemukan 10 Kasus. Kasus ini meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu yang hanya 3 kasus pada Januarinya.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
HO Tribunbengkulu.com
Tim Dinkes Kepahiang saat melakukan fogging untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. Waspada DBD Meningkat di Kepahiang, Sudah Ditemukan 10 Kasus Selama Januari 2024 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Ditengah curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Ini karena penyakit DBD masih banyak ditemukan di Kabupaten Kepahiang, sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang mencatat sudah ada 10 kasus DBD yang ditemukan.

Bahkan jika di bandingkan bulan Januari tahun sebelumnya, kasus DBD ini di kategorikan mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, Tadjri Fauzan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Wisnu Irawan mengatakan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2024 hingga saat ini terdata sudah ada 10 kasus DBD yang ditemukan.

Rinciannya 5 kasus di wilayah Puskesmas Pasar Kepahiang, 2 kasus di wilayah Puskesmas Cugung Lalang dan 3 kasys di wilayah Puskesmas Durian Depun.

Tentu saja jumlah ini bisa dikatakan meningkat dari tahun sebelumnya yang mana hanga ada 3 kasus saja pada bulan Januari 2023 lalu.

Baca juga: Pengakuan Kakak Adik asal Kepahiang, Curi Kopi di Rejang Lebong Demi Kebutuhan Hidup

"Sejauh ini sudah ada 10 laporan kasus DBD yang masuk," kata Wisnu, Rabu (24/1/2024).

Kasus DBD memang kerap meningkat pada awal dan akhir tahun ini dikarenakan pada waktu itu, cuaca sedang terjadi peningkatan curah hujan.

Apalagi waktu berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab DBD adalah musim hujan, selain suhu yang pas juga banyak ditemukan genangan air.

"DBD ini memang begitu, awal tahun dan akhir tahun, tapi tahun ini kita upayakan kasusnya menurun,"lanjut Wisnu.

Pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi terkait kejadian ini,  bila didapati di daerah itu ada 2 kasus lebih yang memiliki gejala yang sama dan ditemukan jentik nyamuk banyak maka bisa dikatakan sebagai zona merah.

Jika hanya ada satu kasus, maka akan dicari terlebih dahulu sebelum pasien bisa terpapar DBD.

Hal ini dilakukan agar pihaknya bisa mengambil tindakan pencegahan penyebaran yang pas.

"Jadi nanti bisa kita arahkan ke pelaksanaan fogging atau larvasida,"papar Wisnu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved