Senin, 13 April 2026

Dalil Palsu Puasa di Bulan Rajab

Dalil Palsu Puasa di Bulan Rajab, Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Puasa Rajab adalah salah satu praktik yang sering dibicarakan di kalangan umat Islam, tetapi banyak yang mendebatkan tentang keabsahannya dalil.

YouTube
Penjelasan Ustadz Adi Hidayat tentang dalil dan hadits palsu tentang puasa di bulan Rajab. 

TRIBUNBENGKULU.COM- Puasa Rajab adalah salah satu praktik yang sering dibicarakan di kalangan umat Islam, tetapi banyak yang mendebatkan tentang keabsahannya dan dalil-dalil yang mendukungnya.

Dalil-dalil palsu atau yang kurang kuat dalam mendukung puasa Rajab termasuk klaim-klaim yang dibuat tanpa dasar yang kuat dari Al-Qur'an atau Hadis.

Lantas bagaimana penjelasan dari para ulama mengenai Puasa Rajab?

Dalam channel YouTube DUNIA ITU HINA, terlihat Ustadz Adi Hidayat menjelaskan mengenai dalil palsu puasa di bulan rajab.

"Di surga itu ada satu sungai nama sungai itu namanya sungai rajab, siapa yang dapat puasa satu hari di bulan rajab maka dia akan mendapatkan kenikmatan surga itu dengan meminum air sungai rajab. Pernah dengar itu? Itu merupakan hadist palsu," ucap ustadz Adi Hidayat dalam video.

Hadis ini sering dikutip untuk menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan menyarankan agar umat Islam berpuasa selama bulan itu.

Namun, hadis ini dianggap palsu atau lemah oleh sebagian besar ulama karena rantai sanadnya tidak dapat dipercaya atau tidak mencapai standar keabsahan dalam ilmu hadis.

"Bolehkah sedekah di bulan Rajab? Bolehkah Shalat malam di bulan Rajab? Bolehkah puasa di bulan Rajab? Boleh," kata Ustadz Adi Hidayat.

"Apakah boleh mengkhususkan puasa Rajab sehari mendapatkan surga? Itu yang tidak boleh, itu yang dalilnya bermasalah. Yang shahih kita jadikan acuan dan yang dhaif kita tinggalkan." Tutup ustadz pintar tersebut.

Penting untuk mengingat bahwa sebagai umat Islam, kita harus berpegang teguh pada ajaran Islam yang didasarkan pada Al-Qur'an dan Hadits yang sahih.

Jika Anda ingin melakukan puasa pada bulan Rajab atau bulan-bulan lainnya, itu dapat dilakukan selama puasanya tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan dilakukan dengan niat yang baik.

Namun, penting untuk berhati-hati terhadap klaim-klaim atau informasi yang tidak didasarkan pada sumber-sumber Islam yang sahih.

 

 

(Surya Arrahman Zainalputra/Magang)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved