Selasa, 28 April 2026

Sempat Terkendala Air Kering, Distan Bengkulu Selatan Usulkan Irigasi Perpompaan

Persawahan di Desa Ketaping Bengkulu Selatan sempat terkendala kekurangan air akibat cuaca panas dan aliran Tebat Baghu yang tidak mengalir.

Penulis: Nur Rahma Sagita | Editor: Rita Lismini
NurRahmaSagita/TribunBengkulu.com/Nur Rahma Sagita
MASA TANAM - Suasana petani di Desa Ketaping sudah mulai menanam padi di Desa Ketaping, Sabtu (11/4/2026). Penanaman ini dilakukan setelah Tebat Baghu yang sudah mengalir. 

Ringkasan Berita:
  • Sawah Desa Ketaping, Bengkulu Selatan mengalami kekeringan akibat cuaca panas dan tidak mengalirnya Tebat Baghu.
  • Kebocoran di Tebat Baghu memperparah terganggunya pasokan air ke persawahan.
  • Dinas Pertanian mengusulkan 3 unit pompa irigasi ke Kementan untuk mengatasi kekeringan.
  • Sebagian petani sudah mulai tanam, namun sebagian lahan masih terkendala air.
  • Kebocoran sudah ditangani sementara, pemerintah berharap tidak terjadi gagal panen.

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kekeringan yang melanda persawahan Desa Ketaping, Kabupaten Bengkulu Selatan, membuat Dinas Pertanian setempat mengusulkan bantuan tiga unit pompa irigasi ke Kementerian Pertanian sebagai upaya mengatasi keterbatasan air di lahan pertanian.

Persawahan di Desa Ketaping, Kabupaten Bengkulu Selatan sempat terkendala kekurangan air akibat cuaca panas dan aliran Tebat Baghu yang tidak mengalir.

Diketahui, Tebat Baghu tidak mengalir bukan hanya karena faktor cuaca, tetapi juga adanya kebocoran di area tersebut.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah lahan pertanian tidak dapat ditanami padi karena sawah mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, mengungkapkan adanya kendala kekeringan yang melanda area persawahan di Desa Ketaping.

Kondisi ini berdampak pada proses tanam petani yang belum sepenuhnya berjalan optimal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah mengusulkan bantuan irigasi perpompaan ke Kementerian Pertanian sebanyak tiga unit.

Usulan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Untuk menyiasati kekeringan di sawah Desa Ketaping, kita sudah mengusulkan irigasi perpompaan sebanyak tiga unit ke Kementerian Pertanian. Kita berharap usulan ini bisa terealisasi pada tahun 2026, sehingga permasalahan kekeringan dapat teratasi dengan baik,” ujar Binagransyah kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (11/4/2026).

Petani Sudah Mulai Lakukan Masa Tanam

Binagransyah menambahkan, saat ini sebagian petani di Desa Ketaping sudah mulai melakukan penanaman. Namun, masih ada sebagian lahan yang belum ditanami akibat keterbatasan air.

Untuk mendukung percepatan tanam, Dinas Pertanian juga telah menurunkan alat mesin pertanian berupa jonder guna membantu proses pengolahan lahan.

“Sebagian sawah memang sudah ada yang menanam, tapi masih ada juga yang belum. Kita sudah turunkan jonder untuk membantu olah tanah, sehingga proses tanam bisa kembali berjalan,” ungkap Binagransyah.

Atasi Permasalahan Tebat Baghu dengan Penambalan Area Bocor

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved