Jumat, 24 April 2026

Rasulullah Memperhatikan Bulan Syaban

Mengapa Rasulullah SAW Sangat Memperhatikan Bulan Syaban? Penjelasan Buya Yahya

Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Dalam bahasa Arab, Syaban berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung.

YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya, menjelaskan mengapa Rasulullah SAW sangat memperhatikan Bulan Syaban. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah.

Dalam bahasa Arab, Syaban berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung.

Makna dari kata ini adalah bahwa bulan Syaban waktu yang tepat untuk menemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan.

Bulan Syaban ini terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan, atau satu bulan sebelum Ramadhan.

Di bulan ini umat muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.

Seperti yang kita ketahui pada saat ini kita sudah memasuki hari pertama bulan Syaban, yakni tanggal 11 Februari 2024.

Sedangkan pertengahan bulan Syaban atau sering disebut Nisfu Syaban jatuh pada Ahad 25 Februari 2024.

Perlu kamu ketahui bulan Syaban merupakan bulan yang di perhatiakan oleh Rasullulah SAW.

Karena pada masa itu banyak orang-orang yang sibuk mengutamakan ibada di bulan Rajab dan bulan Ramadhan, hingga bulan Syaban terlupakan, dapat di artikan bulan Syaban adalah bulan yang dilupakan manusia.

Dilansir dari channel Youtube Al-Bahjah TV program Ustadz Buya Yahya, ia mengatakan bahwa Rasulullah sangat memperhatikan bulan Syaban dengan memperbanyak puasa sunnah.

"Kata Sayyidul Aisyah, Nabi Muhammad berpuasa di bulan Syaban hampir semuanya, artinya Nabi betul-betul peduli dengan bulan Syaban, bulan istimewa untuk kita berlatih. kita mempersiapkan banyak kebaikan di bulan Syaban agar kita masuk bulan Ramadhan dalam keadaan punya persiapan," ucap Ustadz Buya Yahya.

Selain itu, di bulan Syaban juga terdapat satu malam yang biasanya disebut dengan Nifsu Syaban.

"Allah akan melihat dengan pandangan khusus kepada hambanya, di malam Nisfu Syaban dan Allah akan mengampuni dosa-dosamu," kata Buya Yahya.

Namun, terdapat dua model manusia yang tidak akan di pandang Allah SWT, yakni orang menyekutukan Allah SWT dan orang yang mempunyai kebencian atau permusuhan dengan saudaranya.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim harus memperbanyak ibadah pada bulan Syaban dan segeralah berdamai dengan saudaranya jika masih memiliki permusuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved