Senin, 4 Mei 2026

Mantra Panca Sembah

Apa itu Panca Sembah? Ini Penjelasan dan Bacaannya yang Harus Diketahui Umat Hindu

Mantra Panca Sembah merupakan doa sakral yang dilakukan umat hindu sebagai wujud Bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tayang:
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Freepik
Ilustrasi. Apa itu Panca Sembah? Ini Penjelasan dan Bacaannya yang Harus Diketahui Umat Hindu 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sebagai umat Hindu tentunya sudah tidak asing dengan istilah Panca Sembah dan cara melaksanakannya.

Panca Sembah adalah ritual doa umat Hindu sebagai wujud Bakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Mantra Panca Sembah diucapkan setelah melaksanakan tradisi Puja Pitara. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan tradisi Puja Pitara adalah dengan melakukan permohonan tirtha suci bagi seluruh peserta yang hadir.

Urutan pertama pada mantra panca sembah yang harus dilakukan bagi seluruh peserta sebelum melakukan tradisi Puja Pitara adalah dengan melakukan permohonan tirtha suci.

Bacaan Panca Sembah atau Kramaning Sembah untuk umat Hindu termasuk doa sakral sehingga tidak boleh keliru pelafalannya.

Dalam melaksanakan Panca Sembah ada lima urutan yang harus dilakukan dan wajib membawa bunga, kwangen, dan dupa.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai urutan dan bacaan Panca Sembah simak ulasannya berikut ini.

Berikut Urutan Mantra Panca Sembah atau Kramaning Sembah :

1. Sembah pertama, merupakan sembah puyung atau sembah dengan tangan kosong yang ditujukan kepada Ida Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Ida Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Hyang Parama Atma. Adapun tujuan dari sembah puyung ini adalah untuk menyatukan (nunggalang) Atma dengan diri sehingga Bakti kita kepada Tuhan menjadi nyambung.

2. Sembah kedua, menggunakan sarana Bunga, biasanya menggunakan bunga warna putih atau kuning yang ditujukan kepada Ida Hyang Siwa Raditya. Tujuan dari sembah kedua ini adalah untuk memohon Penyaksian dari Ida Hyang Widhi Wasa agar prosesi sembahyang kita disaksikan dan dituntun secara niskala oleh Ida Hyang Widhi Wasa.

3. Sembah ketiga, menggunakan sarana Kwangen atau Bunga warna yang ditujukan kepada Manifestasi Hyang Widhi tempat kita sembahyang. Misalnya saat sembahyang di Pura Puseh berarti sembah kita ditujukan Kepada Dewa Wisnu dan Bhatari Sri yang berstana di Pura Puseh.

Tujuan dari sembah ketiga ini adalah sebagai sujud bakti kita kepada Manifestasi Tuhan yang berstana di Pura Tersebut atas anugrah dan tuntunan yang telah diberikan kepada kita.

Oleh karena itulah, sebagai Umat kita harus mengetahui di masing-masing Pura siapa Manifestasi Tuhan yang berstana disana sehingga kita lebih mudah dalam menyebut dan memuja Beliau.

4. Sembah keempat, menggunakan sarana Kwangen atau Bunga, sembah ini ditujukan kepada manifestasi Tuhan yang berstana di Pura tempat kita sembahyang untuk memohon anugrah dari Beliau agar masuk ke dalam diri.

5. Sembah kelima, menggunakan sarana tangan kosong / tanpa sarana yang bertujuan untuk mengucap Syukur dan Terima Kasih atas Tuntunan dan Anugrah yang diberikan saat kita Sembahyang.

Baca juga: Panca Sembah Mantra Dupa dan Bunga Doa dan Cara Pelaksanaannya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved