Berita Rejang Lebong
Harga Beras Mahal, Disperindag Rejang Lebong akan Gelar Operasi Pasar
Harga beras di pasar tradisional dan distributor yang ada di wilayah Rejang Lebong hingga saat ini terus merangkak kenaikan. Kenaikan harga beras.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Harga beras di pasar tradisional dan distributor yang ada di wilayah Rejang Lebong hingga saat ini terus mengalami kenaikan.
Kenaikan harga beras sendiri saat ini telah mencapai Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu perkilonya.
Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Rejang Lebong menyebut penyebab kenaikan beras ini dikarenakan pasokan atau stok yang beredar dipasaran menipis.
Untuk itu, dalam waktu dekat ini bakal dilaksanakan operasi pasar.
"Ada, kemungkinan dalam waktu dekat, sekarang masih kita koordinasikan ke Bulog," kata Kepala Disdagkop-UKM Rejang Lebong, Dra Upik Zumratul Aini.
Baca juga: 25 Unit Truk Batubara Ditilang saat Melintasi Jalur Perkotaan di Rejang Lebong
Rencana operasi pasar itu masih dalam tahap pembahasan dengan Bulog. Namun diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebelum memasuki bulan puasa atau Ramadan.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Dimana penyebab harga beras mengalami kenaikan ini ialah stok atau peredaran beras baik di pasar tradisional maupun ditingkat distributor berkurang.
Bahkan selama beberapa waktu kemarin Bulog diketahui tidak menyalurkan beras ke pasar.
Diduga karena menipisnya peredaran beras itulah yang membuat harganya mengalami kenaikan.
Apalagi beras dari dalam daerah tidak cukup mengakomodir kebutuhan masyarakat.
"Memang berkurang stok beras di pasaran, jadi itu yang membuat harganya naik,"lanjut Upik.
Untuk harga beras saat ini di kelas medium yang sebelumnya di harga Rp 180.000 per kalengnya atau Rp 11.500 perkilonya saat ini ini telah naik diangka Rp 12.500 perkilonya.
Sedangkan untuk beras premium dari sebelumnya Rp 230.000 per kalengnya atau Rp 14.500 perkilonya saat ini tembus diangka Rp 16.000 per kilonya. Tak hanya itu untuk beras lokal juga ikut merangkak naik.
Salah satu distributor beras, Ida mengatakan untuk stok atau pasokan beras sendiri saat ini bahkan sulit didapati.
Bahkan pasokan beras dari luar daerah sendiri saat ini juga berkurang hingga 40 persen.
Tak hanya itu pasokan beras stabilitas pasokan dan harga pangan atau SPHP dari Bulog juga telah berkurang dari sebelumnya.
Dimana sebelumnya bisa mencapai 2 ton sekarang hanya menjadi 1 ton saja.
"Pasokannya juga berkurang, mungkin ini yang membuat beras semakin mahal,"tutup Ida.
| Dukung Program Asta Citra Presiden, Lapas Curup Perketat Pengawasan Handphone, Pungli dan Narkoba |
|
|---|
| Baru Dilantik, Kalapas Curup Tancap Gas Peredaran Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba |
|
|---|
| Polisi Identifikasi 14 Remaja Diduga Geng Motor di Rejang Lebong, 8 Masih Pelajar SMP |
|
|---|
| Aksi Geng Motor Kian Marak, Polres Rejang Lebong Siapkan Tindakan Tegas |
|
|---|
| Teror Geng Motor Bersajam Resahkan Warga Rejang Lebong Bengkulu, Sudah Ada Korban Luka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Beras-mahal-dicurup.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.