Anak Artis Pelaku Bully Murid
Vincent Rompies Tetap Upayakan Damai Dengan Korban Usai Diperiksa Kasus Bully Anaknya
Meski kooperatif menjalani pemeriksaan, Vincent Rompies tetap berusaha membuka pintu komunikasi dengan keluarga korban.
TRIBUNBENGKULU.COM - Vincent Rompies tetap mengupayakan damai dengan korban usai diperiksa Kasus Bully anaknya
Meski kooperatif menjalani pemeriksaan, Vincent Rompies tetap berusaha membuka pintu komunikasi dengan keluarga korban.
Ia berharap bisa berdiskusi dan menyelesaikan permasalahan ini dengan kekeluargaan.
"Saya masih berusaha pintu komunikasi dengan pelapor untuk biar semua ini masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik.Semoga menemukan titik terang untuk berdamai dan berdiskusi," ujarnya, Kamis (22/2/2024) malam.
Vincent Rompies mengatakan dirinya sangat berempati dengan kasus bully ini.
Dia berharap tak ada lagi peristiwa serupa yang terjadi di kemudian hari.
"Pertama, saya sangat berempati atas kejadian atau peristiwa yang terjadi saat ini. Harapannya semoga tidak ada lagi peristiwa-peristiwa atau kejadian seperti ini di masa mendatang, baik di lingkungan sekolah atau di lingkungan terdekat. Semuanya tidak ada lagi," tandasnya
Vincent Buka Suara Nasib Anaknya
Vincent Rompies Buka Suara Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah Imbas Terseret Kasus Bullying
Melansir dari Tribunnews.com, Kamis (22/2/2024) Vincent Rompies belum bisa menyampaikan keterangan mengenai nasib Farrel Legolas, anaknya, yang diuga terlibat sebagai salah satu pelaku bullying.
Ia masih menunggu keputusan dari pihak sekolah.
"Kita belum tahu (nasib di sekolah), masih proses juga," ujar Vincent Rompies di Polres Tangerang Selatan, Kamis (22/2/2024).
Soal status hukumnya, Vincent memastikan bahwa putranya masih berstatus sebagai saksi.
"Masih saksi (status anak)," ungkap Vincent.
Ketika disinggung soal motif Legolas yang diduga terlibat dalam perundungan di sekolah, Vincent menyerahkan jawabannya ke pihak kepolisian.
"Nanti kita lihat hasil seperti apa. Kita lihat hasil dari Polres," tutur Vincent.
Vincent sendiri baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi karena Legolas diduga menjadi salah satu siswa yang dilaporkan oleh korban perundungan di Binus School Serpong.
Siswa yang Ikut Nonton Dibully
Siswa yang nonton di lokasi Bully siswa Binus School serpong meibatkan anak Vincent Rompies diduga pelaku ikut terkena imbas disanksi
Saat ini Binus School Serpong sudah mengeluarkan siswa yang menjadi pelaku tindak kekerasan.
Humas Binus School Serpong, Haris Suhendra mengatakan, sementara untuk siswa lain yang ikut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan maupun pertolongan, juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras.
Pihak Binus School Serpong sudah melakukan investigasi secara intensif atas kasus bullying yang saat ini terjadi.
"Kejadian ini sangat berat bagi korban dan orangtua korban, dan tentunya juga membawa keprihatinan yang mendalam dari seluruh komunitas sekolah," katanya, dari rilis yang disampaikan pada Rabu (21/2/2024).
Ia mengatakan saat ini siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas Binus School.
"Kami mengecam segala bentuk kekerasan baik di dalam maupun luar sekolah, yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah," tambahnya.
Pihaknya menyebut sekolah sudah selalu menerapkan Zero Tolerance Policy terhadap tindakan kekerasan baik secara fisik, psikis maupun emosional.
Saat ini Binus memprioritaskan pemulihan korban secara fisik, psikis maupun emosional, serta seluruh murid sekolah yang ikut terdampak.
Sementara itu, Binus School Serpong meruntut kejadian bullying ini.
Naik Penyidikan
Kasus bullying atau perundungan dan kekerasan yang melibatkan siswa Binus School Serpong resmi naik ke tahap penyidikan.
Polres Metro Tangerang Selatan Kota menaikkan status kasus perundungan atau bullying yang terjadi di Binus School Serpong dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
"Sudah naik ke tahap penyidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Selatan Kota, AKP Alvino Cahyadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/2/2024).
Alvino tidak menjelaskan lebih rinci terkait tersangka yang terlibat dalam kasus perundungan tersebut.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Tangerang Selatan Kota, Iptu Wendi Afrianto menyebutkan soal penetapan tersangka masih didalami oleh pihak kepolisian.
"(Tersangka) belum, masih didalami, " katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Polres Metro Tangerang Selatan Kota menyebutkan korban telah mengalami dua kali kasus perundungan yang terjadi di sekolahnya di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.
"Kasus kekerasan ini terjadi dua kali dengan rincian tanggal 2 Februari dan tanggal 13 Februari 2024," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi saat dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).
Alvino menjelaskan, kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwasanya telah terjadi dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang anak di salah satu sekolah di Serpong.
"Kemudian dari informasi tersebut, kami langsung cek silang (cross check) dan tindak lanjuti untuk mendatangi rumah sakit, apakah betul ada kasus bullying dengan korban anak,” ujar Alvino.
"Kemudian di rumah sakit kami minta bukti keterangan klarifikasi terhadap korban, keluarga korban, dan juga sudah mengumpulkan bukti-bukti, yang sebagai bahan kita melanjutkan proses hukum,” katanya.
Alvino juga menambahkan, saat ini untuk saksi dalam kasus ini masih diperiksa dari pihak korban dan keluarga serta untuk bukti sementara dari rekaman video dan ada beberapa bukti lainnya.
"Kemudian untuk kondisi korban saat ini menurut informasi yang diterima, sudah keluar rumah sakit, kondisi rawat jalan," tutur Alvino.
Alvino juga menyebutkan pihaknya rencananya hari ini akan melakukan gelar perkara untuk peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Binus Keluarkan Siswa Terlibat Aksi Bully
Binus School Serpong telah mengeluarkan atau drop out (DO) seluruh siswa yang terlibat dalam aksi bullying atau perundungan Geng T.
Humas Binus School Serpong Haris Suhendra mengatakan, siswa-siswa tersebut dikeluarkan setelah adanya investigasi secara intensif.
“Seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas Binus School,” ucap Haris melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.tv, Rabu (21/2/2024).
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan sanksi tegas kepada siswa yang menyaksikan perundungan tersebut, tetapi tidak melakukan langkah pencegahan.
“Sejumlah siswa lain yang turut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan maupun pertolongan juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras,” ucapnya.
Sayangnya, Haris tidak menjelaskan jumlah siswa yang dikeluarkan dan nama-nama siswa yang terlibat perundungan.
Ia menjelaskan bahwa kasus ini melibatkan anak di bawah umur sehingga informasi detail terkait korban tidak dapat dibagikan.
Binus School Serpong juga berkomitmen untuk kooperatif membantu proses investigasi yang saat ini tengah dilakukan oleh Polres Tangerang Selatan.
Sosok Korban
Sosok Arlo diduga korban bully geng anak Vincent Rompies, kini korban justru dicitrakan buruk dan belakangan jadi perbincangan ramai di media sosial
Kehidupan korban yang diduga bernama Arlo itu pun dikuliti netizen.
Mengaku kenal dan tahu kronologi kasus perundungan geng anak Vincent, beberapa akun di Twitter membocorkan sosok asli korban yakni Arlo.
Disinyalir Arlo adalah sosok yang sering bikin resah siswi di sekolah.
Hal tersebut merujuk pada dugaan Arlo adalah pelaku pelecehan seksual.
"Banyak omongan ttg geng tai lah vincent lah. semua sorot ke pelakunya. nih baru ada info baru bahwa korbannya berkali-kali melecehkan perempuan di binus dan di luar binus. katanya sih ini kenapa si gavin ngomong gt ttg adenya si korban," tulis akun korbangengtai di Twitter.
Tak cuma mengurai asumsi, sebuah akun bernama @fragileflynn juga membeberkan bukti kejahatan Arlo.
Diungkap akun tersebut, Arlo masih bisa dugem setelah dibully oleh geng anak Vincent.
Akun tersebut bahkan mengunggah bukti Arlo dugem setelah kejadian perundungan.
"Arlo after got bullies = dugem (Arlo setelah dibully=dugem)," tulis akun @fragileflynn.
"Im gonna spill it piece by piece yaa (Aku akan kasih bocoran sedikit-sedikit ya). Bukti bills dia tanggal 2 februari. Di hari yg sama kejadian video itu. buat laporan ke polisi soal tataran 2 feb, but reported 13 feb," sambungnya.
Selain itu, akun di Twitter juga mengungkap kelakuan asli Arlo yang diduga jadi korban geng tai yang digawangi Anak Vincent Rompies.
Yakni terkait perilaku Arlo yang kerap menyelingkuhi pacar-pacarnya.
"Arlo gak cmn menyerang cewe secara verbal, dia bahkan pacaran dengan cewe cuman buat menggunakan mereka. dia berulang kali selingkuh dari cewe yang dia pacarkan sebelum dia akhirnya “mencicipinya”. DIA BANGGA TENTANG JUMLAH CEWE IA BERHUBUNGAN," tulis akun korbangengtai.
Hingga artikel ini ditayangkan, pihak korban belum buka suara ke publik guna menanggapi isu soal Arlo.
Namun beberapa waktu lalu, akun ibunda korban bernama Mama Allena sempat mengurai kronologi anaknya dibully geng tai.
"Sejak tanggal 2 Februari anak saya dihajar, dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendangin, diludahi bergantian, disundutin pake rokok badannya, dipukul pake kayu dari belakang, dihajar bagian perutnya, dan ditonton banyak orang, masih banyak lagi yang gak bisa saya sebutkan dan berlanjut part ke-2 sebelum pemilu, dihajar lagi dan dibakar tangannya pake korek api yang dipanasin," tulis akun Mama Allena yang sempat viral.
Setelah viral dan kasusnya ditangani pihak kepolisian, akun Mama Allena mendadak lenyap.
Sementara itu, pihak Vincent Rompies hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.
Tabiat Anak Vincent Diungkap Pemilik Warung
Imbas bully atau perundungan ke siswa Binus School hingga alami luka bakar, tabiat asli anak Vincent Rompies dibongkar pemilik warung.
Warung yang jadi lokasi bullying oleh siswa Binus School Serpong termasuk anak Vincent Rompies, Hermawati akhirnya angkat suara.
Hermawati, pemilik warung dekat Binus School Serpong mengaku kenal dengan anak Vincent Rompies.
Namun Hermawati mengaku syok saat mendengar anak Vincent Rompies dan teman-temannya lain melakukan bully hingga seorang korban masuk rumah sakit.
Diakui Hermawati, para pelaku perundungan termasuk anak Vincent Rompies memang sering nongkrong di warungnya.
Warung itu, dikatakan Hermawati, dijadikan tempat berkumpul siswa Binus usai pulang sekolah.
"Iya (kenal)."
"Iya memang mereka cuma ya itu dia tempat kumpul memang di sini."
"Pulang sekolah ya nggak jam sekolah.
Pure mereka pulang sekolah," kata Hermawati, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (20/2/2024).
Tak hanya para pelaku perundungan, ada siswa Binus lain yang kerap nongkrong di warung Herawati.
Herawati berujar, ada sekitar 20 anak yang kerap mampir ke warungnya.
"Ya kurang lebih 20an (anak).
Karena kan ada juga kelas 11-nya," ujarnya.
Hermawati pun tak menyangka telah terjadi bullying yang dilakukan oleh sejumlah siswa yang kerap nongkrong di warungnya.
Lantaran menurut Hermawati, putra Vincent Rompies dan juga teman-temannya adalah anak yang sopan.
"Sopan. Semua yang di sini juga sopan-sopan," ujarnya
Soal geng sekolah, Hermawati berkata dirinya tak mengetahui adanya geng di antara siswa yang kerap datang ke warungnya.
Hermawati justru baru mengetahui soal adanya geng dari pemberitaan.
"Nggak (tahu). Saya tahunya baru di berita ada geng ini lah."
"Nggak tahu (ada geng), karena saya kan nggak pernah nanya-nanya juga ya," paparnya.
Orangtua Terduga Pelaku Bukan Orang Sembarangan
Orangtua dari para terduga pelaku Bully atau perundungan dan penganiayaan di Binus School serpong ternyata bukan orang sembarangan.
Selain anak Vincent Rompies, anak pesohor lainnya diduga ikut jadi pelaku penganiayaan.
Warganet bahkan mengaitkan kasus tersebut 'Mario Dandy Jilid 2'.
Kasus ini mencuat setelah salah satu akun X, yakni @BosPurwa menuliskan dugaan kasus tersebut. Disebutkan bahwa salah satu peristiwa perundingan terjadi 2 Februari 2024.
Beredar kabar yang diunggah akun IG @lambedanu, selain anak Vincent, diduga anak dari dr. Edwin Tobing dokter sekaligus dosen tersebut ikut terlibat dalam kasus yang saat ini menjadi sorotan warganet.
Bahkan, diduga anak dari Pemimpin redaksi MetroTV dan mantan anggota DPR 2014-2017 Arief Suditomo ikut terlibat kasus bully tersebut.
Fakta-fakta Kasus Bully
Sederet fakta aksi bully atau perundungan siswa oleh 'Geng Tai' di Binus School Serpong yang melibatkan anak Vincent Rompies.
Diketahui aksi perundungan siswa oleh senior atau kakak kelasnya terjadi di Binus International School Serpong, Tangerang Selatan yang mengakibatkan korban mengalami banyak memar dan luka bakar, hingga harus dirawat di rumah sakit.
Kasus ini mencuat setelah salah satu akun X, yakni @BosPurwa menuliskan dugaan kasus tersebut. Disebutkan bahwa salah satu peristiwa perundingan terjadi 2 Februari 2024.
Dalam twitnya, dijelaskan bahwa pelaku perundungan di sekolah elit tersebut adalah siswa yang tergabung dalam kelompok bernama “Gang Tai”.
Korban adalah siswa yang direkrut dan dijadikan calon anggota “Geng Tai”. Untuk menyandang status anggota geng, korban dipaksa membelikan sesuatu oleh seniornya, dan juga mendapatkan kekerasan fisik, misalnya dicekik, diikat di tiang hingga dipukul dengan kayu.
“Dan ngerinya lagi sampai disundut rokok,” seperti dikutip Kompas.com dari cuitan akun X @BosPurwa.
Binus Benarkan Anak Vincent Terlibat
Nasib anak presenter Vincent Rompies diduga pelaku Bully Siswa Binus School Serpong yang kini tengah menjadi sorotan.
Pihak Binus School Serpong, Tangerang Selatan, juga membenarkan anak dari Vincent Rompies menjadi salah satu pelaku.
"Iya (anak Vincent Rompies terlibat)," kata Corporate PR Binus University, Haris Suhendra melalui pesan singkat, Senin (19/2/2024).
Kasus yang terjadi di luar lingkungan sekolah tersebut bahkan membuat korban sampai melakukan visum dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam waktu dekat, pihak sekolah juga bakal melakukan pemanggilan terhadap orang tua para pelaku.
"Proses pemanggilan," jelas Suhendra.
Selain pemanggilan, para pelaku juga bakal mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku dari sekolah.
"Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses."
"(Sanksi) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada," ucapnya.
Rekaman Aksi Pembullyian Beredar
Detik-detik rekaman video pembullyan diduga melibatkan anak artis Vincent Rompies beredar luas.
Adapun diduga perundungan dilakukan para siswa dari SMA Binus Serpong Tangerang Selatan
Melansir dari Tribunnewsbogor.com, Senin (19/2/2024) aksi pembullyan dilakukan oleh geng tai itu diduga berisi siswa kelas 12 SMA Binus.
Dalam video terlihat seorang remaja berkacamata yang mengenakan kaos biru dongker pasrah kala dibentak-bentak remaja di depannya.
Meskipun berpostur lebih tinggi dan besar, remaja berkaos biru itu diam saja kala dilecehkan remaja lain.
Bahkan kala disuruh melepas celana panjangnya dan hanya menyisakan celana dalam, remaja tersebut tetap pasrah.
Pun saat disuruh mengucapkan kalimat permintaan seniornya, ia pun menurutinya.
"Bilang apa," kata remaja di video.
"Sarah, Sarah," ujar korban.
"Gob**k, bokap lu tentara, lu gob***," pungkas remaja yang mengenakan kaos cokelat.
Tak cuma menghardik, remaja diduga anggota geng tai itu juga memukul dada dan mencekik leher korban.
Diperlakukan tak manusiawi, korban hanya diam.
Sementara anggota geng lainnya tampak puas tertawa melihat perundungan di depannya.
Di video singkat tersebut, publik penasaran dengan keberadaan Legolas anak Vincent Rompies yang diduga ikut terlibat.
Diduga saat perundungan itu terjadi, Legolas ikut menertawakan sembari menyemburkan asap rokok ke arah korban.
Remaja di video yang mengenakan kaos abu-abu dan celana putih dekat korban itu diduga adalah Legolas.
Polisi turun tangan
Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan mengaku sudah menerima laporan dugaan perundungan dari pihak keluarga korban. Kini, kasus tersebut sedang diselidiki oleh jajaran penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.
“Proses hukum sedang berjalan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Alvino saat dihubungi, Senin (19/2/2024).
Menurut Alvino, penyidik sudah meminta keterangan dari korban dan keluarganya. Selain itu, penyidik juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), dan menggali keterangan sejumlah saksi.
Kepala Unit PPA Polres Tangerang Selatan Ipda Galih Dwi Nuryanti menjelaskan, TKP perundungan antar siswa Binus International School Serpong terjadi di salah satu warung di depan sekolah.
“TKP ini di salah satu warung yang berlokasi di depan sekolah menengah atas tersebut,” ujar Galih saat dikonfirmasi.
Lokasi ini disebut-sebut sebagai tempat berkumpul para siswa anggota kelompok “Geng Tai” Binus School Serpong. Tempat ini diberi nama Warung Ibu Gaul.
Korban Alami Luka memar hingga bakar
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Galih, pelaku perundungan dipastikan lebih dari satu orang. Namun, dia belum dapat menjelaskan secara terperinci berapa banyak siswa yang terlibat.
“Dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku yang saat ini masih kami lakukan proses penyelidikan,” kata Galih.
Dia hanya menerangkan, akibat kekerasan yang dilakukan, korban mengalami banyak luka memar dan luka bakar di tubuhnya.
Kepolisian sudah melakukan visum terhadap korban. Sayangnya, Galih belum bisa membeberkan benda panas apa yang mengakibatkan luka bakar tersebut.
“Luka bakar akibat terkena suatu benda yang panas. Saat ini masih kami lakukan proses penyelidikan,” kata Galih.
Adapun hingga saat ini korban perundungan siswa “Geng Tai” Binus School Serpong ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sekolah investigasi
Terkait hal ini, pihak Binus International School Serpong sedang mendalami dugaan kasus perundungan yang melibatkan siswanya.
Humas Binus School Haris Suhendra menegaskan, kasus yang mengakibatkan salah seorang siswa harus menjalani perawatan itu, terjadi di luar lingkungan sekolah.
“Sejauh ini masih dalam penanganan sekolah, dan kejadian ini di luar sekolah,” ujar Haris saat dihubungi.
Menurut Haris, kasus perundungan ini menjadi prioritas utama untuk ditindaklanjuti. Pihak sekolah pun dalam proses pemanggilan siswa yang diduga kuat terlibat aksi perundungan.
Di samping itu, pihak juga akan memanggil orangtua atau wali murid para terduga pelaku perundungan.
“Sejauh ini kami sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses,” ujar Haris.
Kendati demikian, Haris belum menjelaskan secara terperinci pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perundungan. Dia juga belum mengungkap kemungkinan sanksi yang dijatuhkan pihak sekolah, bagi para siswa yang terbukti terlibat.
“Masih dalam proses, Mas. (Penindakannya) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada,” kata Haris.
Janji usut tuntas
Dari beberapa siswa yang diduga terlibat perundungan, Haris membenarkan bahwa salah satu diantaranya adalah anak dari pesohor berinisial VR.
“Iya,” ujar Haris Suhendra saat ditanya soal kebenaran kabar keterlibatan anak VR.
Haris belum berkomentar lebih jauh terkait hal itu. Dia hanya mengatakan bahwa pihak sekolah juga bakal memanggil VR selaku wali murid.
Terlepas dari siapa saja pihak yang terlibat, Binus School Serpong berjanji akan mengusut tuntas dugaan perundungan tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap korban, sekaligus menegakkan aturan di sekolah.
“Kami sedang menyelidiki peristiwa ini secara serius dan cepat. Tujuan kami adalah memberikan dukungan kepada korban,” kata Haris.
Haris menegaskan bahwa pihak sekolah juga akan berupaya mencegah kejadian serupa terulang kembali pada masa mendatang.
“Binus School Serpong tidak akan menoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun,” pungkasnya Haris.
Curhatan Ibunda Korban
Curhatan akun Mama Allena yang disebut adalah akun ibunda korban belakangan viral.
Dalam ceritanya, akun tersebut mengurai kronologi sang putra dianiaya oleh geng pembuat onar di sekolah.
Berikut adalah cerita di akun Mama Allena yang tengah viral:
"Ya benar adanya telah dilakukan kekerasan terhadap anak saya yang dilakukan seniornya anak-anak kelas 3 SMA Binus Inernasional School Serpong sekelompok genk sekolah, dan mereka mempunyai peran masing-masing dalam kejahatannya," tulis akun Mama Allena.
"Sejak tanggal 2 Februari anak saya dihajar, dipiting, dicekik, diikat di tiang, ditendangin, diludahi bergantian, disundutin pake rokok badannya, dipukul pake kayu dari belakang, dihajar bagian perutnya, dan ditonton banyak orang, masih banyak lagi yang gak bisa saya sebutkan dan berlanjut part ke-2 sebelum pemilu, dihajar lagi dan dibakar tangannya pake korek api yang dipanasin," ungkapnya.
"Dan tololnya mereka videokan, saya sudah dapat videonya dan mereka bilang itu hanya pemanasan, dan akan dilanjut lagi hari kamis, untungnya keburu saya tahu dan langsung bertindak malam itu juga. Kenapa anak saya tidak bisa melawan, karena diancam kalau lapor dan melawan adiknya yang kelas 6 SD akan dianiaya juga, akan dilecehkan dan bahkan mengancam membunuh," sambungnya.
"Saya sempat berpikir apakah anak saya ada salah duluan pernah mukul orang atau berantem kenapa? tapi ternyata itu cuma ditatar kakak kelasnya yang katanya biar mentalnya kuat. Situ sehat tong natar anak gue, sini lu pada gantian gue tatar sekarang, gimana perasaan orang tua lu, waras kah?," tulisnya.
Sementara pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan, publik masih dibuat penasaran dengan kebenaran isu yang menyeret nama Vincent Rompies tersebut.
Hingga artikel ini ditayangkan, pihak Vincent Rompies belum memberikan klarifikasi dan tanggapan terkait isu yang tengah viral.
Pun dengan akun Mama Allena yang kini lenyap dan berganti nama.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TibunNews.com
Dapatkan informasi lainnya di GoogleNews: Tribun Bengkulu
Ikuti saluran WA TribunBengkulu.com
Anak Vincent Diduga Membully
Anak Vincent
Vincent Ryan Rompies
Vincent Rompies
Viral X
viral
viral di media sosial
berita viral
4 Siswa Ditetapkan Tersangka Kasus Bullying Siswa di Binus School Libatkan Anak Vincent Rompies |
![]() |
---|
Vincent Rompies Ternyata Belum Pernah Temui Keluarga Siswa Korban Bully yang Melibatkan Anaknya |
![]() |
---|
Penyebab Vincent Rompies Marah-Tak Terima Anaknya Dikeluarkan Dari Binus School Imbas Kasus Bullying |
![]() |
---|
Marahnya Vincent Rompies Anaknya Dikelurakan, Keputusan Sekolah Disebut Berlebihan dan Sepihak |
![]() |
---|
Vincent Rompies Marah-Tak Terima Anaknya Dikeluarkan Dari Binus School Imbas Terlibat Kasus Bully |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.