Minggu, 12 April 2026

Warga Sebut Sudah Terjadi Belasan Kecelakaan di Jembatan Elevated Danau Dendam, Perlu Rambu Khusus

Terjadi belasan kali kecelakaan di kawasan jembatan elevated Danau Dendam, Kota Bengkulu.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Persimpangan Jalan Danau dan jembatan elevated yang rawan kecelakaan. Sejak diresmikan beberapa bulan lalu, ada belasan kecelakaan terjadi 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sejak diresmikan pada 20 Desember 2023 lalu, sudah terjadi belasan kali kecelakaan di kawasan jembatan elevated Danau Dendam, Kota Bengkulu.

Salah satu warga, Randa Sumariat mengatakan sepengetahuannya, setidaknya ada 8 kali kecelakaan.

Kecelakaan ini terjadi di persimpangan jembatan elevated Danau Dendam dengan jalan lama dari arah Simpang Kompi.

Menurut Randa, ada sejumlah penyebab kecelakaan ini, seperti pengendara yang ragu-ragu untuk masuk ke jalan lama, serta pengendara yang kencang dari arah Simpang Brimob.

Kendaraan yang terlibat tabrakan tidak terbatas sepeda motor, namun juga mobil.

"Kalau kecelakaan di sini, seringnya beradu kepala. Istilahnya adu kambing," kata Randa kepada TribunBengkulu.com, Jumat (15/3/2024).

Beruntung sejauh ini, belum ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan di titik ini. Yang paling parah adalah tidak sadarkan diri hingga patah tulang.

"Kalau motornya, ada yang hancur. Karena beradu kepala," ujar Randa.

Di sisi lain jembatan, atau pangkal jembatan dari arah Simpang Brimob, juga beberapa kali terjadi kecelakaan.

Salah satu warga, Hengki mengatakan kecelakaan di titik ini juga disebabkan pengendara yang ingin keluar dari jalan lama ragu-ragu, atau tidak fokus melihat kendaraan dari arah lain.

"Mungkin ada lebih dari 5 kali kecelakaan di sini. Kendaraan yang mau keluar ditabrak kendaraan dari arah Simpang Brimob," kata Hengki.

Baik Randa maupun Hengki mengaku was-was jika terus terjadi kecelakaan di jembatan elevated ini. Apalagi, mereka sehari-hari berada di sana, sehingga takut melihat ada kecelakaan lain.

"Kalau bisa, memang harus ada rambu-rambu khusus, atau petunjuk jalan. Agar pengendara waspada dan tidak melaju kencang di sini," ungkap Hengki.

Pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, antara Jalan Danau Dendam lama dan jembatan elevated ternyata tidak ada pembatas yang tegas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved