Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Perampokan Sadis di Gresik

Cerita Mertua Korban Perampokan Sadis di Gresik, Sempat Bangunkan Sahur Tapi Tak Ada Respons

Update kasus dugaan perampokan yang menewaskan Wardatun Toyyibah (28) di kamar rumahnya

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Evakuasi Jenazah Korban (kiri) dan Foto Wardatun Toyyibah Semasa Hidup (Kanan). Cerita Mertua Korban Perampokan Sadis di Gresik, Sempat Bangunkan Sahur Tapi Tak Ada Respons 

TRIBUNBENGKULU.COM - Update kasus dugaan perampokan yang menewaskan Wardatun Toyyibah (28) di kamar rumahnya, di Desa Ima'an, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Sabtu (16/3/2024).

Khuzaini (65), mertua perempuan Wardatun Toyyibah, yang juga ibu dari Mahfud (44) suami Wardatun Toyyibah mengatakan, sekitar pukul 03.00 WIB, ia sempat mengetuk pintu rumah Mahfud untuk membangunkan makan sahur.

Namun, tidak ada respons, sehingga ia kembali ke rumah yang jaraknya hanya berdampingan.

Dia mengaku tidak tahu ada pencurian, karena tidak terlihat ada tanda-tanda pencurian, sebab pencuri lewat pintu belakang, sementara dia membangunkan sahur dengan mengetuk pintu depan.

Setelah itu, Khuzaini melanjutkan ke masjid untuk salat subuh berjamaah.

Setelah salat, ia kembali pulang ke rumah dan melanjutkan mencuci piring bekas sahur.

"Kemudian, tertidur. Tahu-tahu dibangunkan Mahfud, sambil meminta tolong. Saya langsung lari ke rumah dan masuk kamar. Dan melihat Datun (panggilan akrab Wardatun Toyyibah) tertelungkup di lantai. Di kasur juga banyak darah. Sedangkan anaknya masih tidur," kata Khuzaini, Sabtu (16/3/2024).

Baca juga: 5 Fakta Perampokan Sadis di Gresik, Ibu Muda Alami Empat Luka Tusuk, Satu Menembus Jantung

Melihat Wardatun Toyyibah tertelungkup di lantai, Khuzaini langsung mengangkat jasad korban ke atas tempat tidur.

Khuzaini juga membawa anak korban yang masih tidur, lalu membersihkan tempat tidur dan membersihkan wajah korban yang berlumuran darah menggunakan tangan.

Baca juga: Hari Terakhir Wardatun Toyyibah Tidur Peluk Anaknya, Suami di Ruang Tamu, Petaka Tiba Jelang Sahur
"Saya kira digigit ular, sebab terlihat ada lubang-lubang di leher. Dan baju daster yang dipakai juga berlumuran darah. Baru sadar kalau itu pencurian, setelah anak saya (Mahfud), mengetahui uang di lemari tidak ada, dan pintu belakang terbuka," katanya.

Menurut Khuzaini, setelah itu, tetangga ramai dan perangkat desa datang.

Perangkat desa kemudian melapor ke polisi

Ia pun mengaku heran dan tidak menyangka terjadi kasus pencurian dan pembunuhan.

"Baru kali ini, ada pencurian juga pembunuhan. Setahu saya, tidak ada kejadian seperti ini," katanya.

Menurut Khuzaini, setiap hari Mahfud tidur larut malam di atas pukul 01.00 WIB. Sebab menghitung laporan keuangan selesai hasil penjualan pulsa, penarikan uang dari BRILink dan pembayaran token listrik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved