Rabu, 13 Mei 2026

Jalan Lintas Curup Lebong Amblas

BPBD Lebong: Jalan Lintas Curup-Lebong Bengkulu Bisa Putus Total Jika Tak Segera Diperbaiki

Jalan Lintas Curup-Lebong tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang berpotensi tinggi bisa putus total.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ho Tribunbengkulu.com/Polres Lebong
Kondisi Jalan Lintas Curup-Lebong yang telah amblas hingga setengah lebih badan jalan, pada Minggu (21/4/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - BPBD Lebong menilai jalan Lintas Curup-Lebong tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang berpotensi tinggi bisa putus total.

Jika tak segera diperbaiki, jalan itu akan tergerus longsor dan jatuh ke aliran sungai Ketahun.

Adapun ketinggian titik longsor dijalan lintas itu sekitar kurang lebih 50 meter.

"Untuk kemungkinan amblas dan longsor hingga putus total masih sangat bisa, karena cuaca sangat ekstrim hingga saat ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Lebong, Tantomi, Minggu (21/4/2024).

Tantomi mengatakan, saat ini pihaknya mewaspadai adanya bencana longsor.

Untuk bencana banjir, menurut perkiraannya tidak akan terjadi lagi karena arus aliran air di sungai-sungai yang ada telah stabil.

Baca juga: Ruas Jalan Lintas Curup-Lebong Bengkulu yang Amblas Berpotensi Putus Total

Maka dari itulah, pihaknya mewaspadai adanya bencana longsor dan amblas terutama di titik-titik jalan lintas penghubung Kabupaten Lebong dengan kabupaten lain baik Bengkulu Utara maupun Rejang Lebong.

"Khawatir longsornya, kalau banjir nampaknya sudah reda, longsor ini yang kita khawatirkan terutama di akses jalan," jelas Tantomi.

Untuk di Jalan Lintas Curup-Lebong di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang, pihaknya telah mengusulkan perbaikan ke Pemprov Bengkulu mengingat status jalan tersebut merupakan milik provinsi.

Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dan mengaku telah mendapatkan lampu hijau.

Ia berharap Pemprov Bengkulu bisa segera melakukan perbaikan di jalan itu karena kondisi jalannya bisa membahayakan pengguna jalan.

"Kita usulkan ke Pemprov karena jalan provinsi, sudah dikoordinasikan, mudah-mudahan segera terealisasi,"papar Tantomi.

Sementara itu, bencana banjir bandang yang terjadi pada Selasa (16/4/2024) telah surut.

Para korban terdampak banjir bandang yang sebelumnya mengungsi di posko-posko telah berangsur pulang.

Bahkan korban yang rumahnya mengalami kerusakan parah, telah mulai memperbaiki lagi tempat tinggalnya.

Meskipun begitu, posko dapur umum masih akan terus didirikan hingga situasi telah dinyatakan aman.

"Sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing, untuk posko tetap kita dirikan hingga situasi dan kondisi aman," tutup Tantomi.

Personel Polisi Disiagakan

Polres Lebong mensiagakan personelnya di Jalan Lintas Curup-Lebong yang terdapat titik amblas dan jalan patah tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang.

Saat ini sudah hampir setengah badan jalan yang tergerus longsor dan terus bertambah setiap harinya.

Dimana ketinggian titik longsor dijalan lintas itu sekitar kurang lebih 50 meter dan langsung ke jurang.

Kapolres Lebong, AKBP Awilzan SIK melalui PS Kasubsi PDIM Humas, Aipda Syaiful Anwar mengatakan personil Polsek Rimbo Pengadang rutin melaksanakan pengamanan dan pemantauan jalanan yang longsor dan amblas di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang.

Jalan yang longsor dan amblas tersebut merupakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Rejang Lebong menuju Kabupaten Lebong maupun sebaliknya.

Ketinggian titik longsor sekitar kurang lebih 50 meter dengan material yang terjun langsung ke arus sungai Ketahun.

"Benar, ada personel di sana yang disiagakan, karena titik amblasnya itu langsung ke sungai Ketahun,"jelas Syaiful.

Jalan penghubung kedua kabupaten tersebut saat ini dilaksanakan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan.

Kegiatan pemantauan dan pengamanan sampai saat ini masih berlangsung hingga nantinya jalan lintas itu diperbaiki.

Adapun untuk jalan patah dibeberapa titik, juga dilakukan pengaturan arus lalu lintas.

Pihaknya menghimbau baik masyarakat yang hendak menuju Lebong maupun Rejang Lebong agar terus berhati-hati.

Bagi kendaraan roda dua karena ada beberapa titik jalan licin. Bagi kendaraan roda empat, ada beberapa titik jalan patah dan harus berhati-hati karena rawan tersangkut.

"Sistem buka tutup terus diterapkan, selain amblas juga ada titik jalan patah, sudah dilakukan penimbunan sementara tapi karena cuaca tetap berbahaya," tutup Syaiful.

Terancam Putus Total

Akses Jalan Lintas Curup-Lebong berpotensi putus total akibat terjadinya amblas atau longsor di jalan yang ada di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang berpotensi semua badan jalan akan tergerus turun ke jurang.

Bahkan saat ini sudah hampir setengah badan jalan yang tergerus longsor.

Salah satu pengendara yang melintas, Dodo (35) mengatakan kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan.

Dimana jika ingin melintas, kondisi jalannya hanya muat satu kendaraan roda empat saja.

Sedangkan dibawah jurang itu terdapat aliran sungai yang sangat deras.

Ia berharap pemerintah segera menindaklanjutinya dengan melakukan pembangunan.

"Deg-degan kita pak pas mau melintasi jalur itu, itu sudah setengah lebih yang longsor, satu mobil saja muat," sampai Dodo.

Sementara itu, Camat Rimbo Pengadang, Adnan Hori mengatakan untuk titik badan jalan longsor di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang masih bisa dilintasi namun harus secara bergantian.

Penyebab longsornya jalan tersebut disebabkan curah hujan tinggi yang menerjang Kabupaten Lebong sejak beberapa hari terakhir.

Ditambah hujan yang masih saja kerap terjadi, dikhawatirkan jalan tersebut bisa putus total karena sudah beberapa kali terjadi amblas susulan hingga saat ini.

Ia mengungkapkan jalan tersebut telah diusulkan untuk diperbaiki dan dibangun oleh Pemkab Lebong.

"Sudah masuk dalam usulan pemerintah melalui BPBD Lebong,"jelas Adnan.

Ditambahkan, Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Arief Abdullah mengatakan untuk dititik amblas telah dipasang garis polisi.

Pihaknya telah melakukan pemasangan sejumlah rambu-rambu peringatan di kawasan jalan yang amblas juga ada anggota yang disiagakan di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Pengendara yang ingin melintas dihimbau untuk tidak berkendara dengan kecepatan tinggi untuk fokus berhati-hati untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

"Sudah dipasang garis polisi dan rambu peringatan, harap berhati-hati saat ingin melintasi jalan tersebut,"tutup Kasat.

Kondisi Jalan

Kondisi terkini jalan ambles di jalan lintas Curup Lebong tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, Kamis (18/4/2024).

Jalan Lintas Curup-Lebong tepatnya di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang sangat memprihatinkan.

Hal ini setelah adanya longsor atau ambles serta sejumlah jalan patah. Meskipun adanya ambles dan jalan patah di jalan lintas tersebut, pengendara masih tetap bisa melintasinya.

Namun dihimbau pengendara untuk berhati-hati dan waspada karena ada kemungkinan ambles susulan.

Berdasarkan informasi terbaru, sejumlah titik jalan patah telah dilakukan penimbunan. Sedangkan untuk dilokasi jalan ambles atau longsor, telah dipasangi garis polisi.

Hanya saja amblesnya jalan itu masih saja terjadi dan telah memakan sekitar setengah badan jalan. Bahkan di lokasi itu hanya bisa muat satu kendaraan roda empat sehingga arus lalulintas diterapkan buka tutup.

Kapolres Lebong AKBP Awilzan, S.IK melalui Kapolsek Rimbo Pengadang Iptu Amir Lukman Hakim mengatakan, jalan lintas itu masih bisa dilintasi oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Untuk di jalan retak dan patah, telah dilakukan penimbunan material. Sedangkan untuk di lokasi jalan amblas, telah dipasangi garis polisi.

Titik jalan itu terbilang cukup berbahaya karena tidak ada penghalangnya.

"Tetap bisa dilintasi, baik dari arah curup maupun lebong," kata kapolsek.

Kapolsek menyebut, sementara waktu ini untuk dititik jalan ambles hanya bisa satu jalur saja. Ini dikarenakan amblesnya telah memakan setengah badan jalan.

Hal itu terjadi akibat adanya ambles susulan pada Rabu (17/4/2024) malam. Pihaknya mengimbau pengendara yang ingin melintasi jalan tersebut agar tetap waspada dan berhati-hati. Ini dikarenakan potensi longsor susulan bisa saja terjadi.

"Tetap berhati-hati dan waspada," imbuh kapolsek.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved