Rabu, 13 Mei 2026

Banjir di Lebong

Pasca Banjir di Lebong, Banyak Warga Alami Darah Tinggi

Pasca Banjir di Lebong, Banyak Warga Alami Darah Tinggi. Dinkes gencarkan pemeriksaan kesehatan gratis.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
DARAH TINGGI - Foto suasana pemeriksaan kesehatan warga di Desa Ujung Tanjung 3 Kecamatan Lebong Sakti pada Selasa (12/5/2026). Pasca banjir banyak masyarakat yang mengalami masalah kesehatan darah tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kawasan terdampak bencana pada Selasa (12/5/2026).
  • Kelelahan fisik saat membersihkan rumah dan lumpur sisa banjir juga ikut memicu naiknya tekanan darah warga.
  • Selain faktor stres dan kelelahan, pola makan warga selama masa banjir juga dinilai ikut memengaruhi kondisi kesehatan.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong beberapa waktu lalu, banyak warga mulai mengalami gangguan kesehatan.

Sebagian besar masyarakat terdampak banjir diketahui mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kondisi tersebut ditemukan saat Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kawasan terdampak bencana pada Selasa (12/5/2026).

Warga terlihat mendatangi posko pemeriksaan kesehatan untuk memeriksa kondisi tubuh mereka setelah beberapa hari menghadapi dampak banjir.

Baca juga: Longsor Tutup Akses Jalan Talang Lahat–Sumber Urip, BPBD Rejang Lebong Gerak Cepat

Kepala Dinkes Kabupaten Lebong, Rachman melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Marta mengatakan, lebih dari 120 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan, sebagian besar warga diketahui mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi.

“Yang paling banyak ditemukan memang kasus darah tinggi,"sampai Evan.

Stres dan Kelelahan Jadi Penyebab

Meningkatnya kasus hipertensi pasca banjir dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya stres yang dialami warga setelah rumah dan lingkungan mereka terdampak banjir.

Banyak warga memikirkan kerusakan rumah, kondisi ekonomi, hingga aktivitas sehari-hari yang terganggu akibat banjir.

Selain itu, kelelahan fisik saat membersihkan rumah dan lumpur sisa banjir juga ikut memicu naiknya tekanan darah warga.

“Warga banyak yang kelelahan karena membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir. Ditambah pikiran dan kurang istirahat, itu bisa memicu tekanan darah naik,”jelasnya.

Pola Makan dan Obat Rutin Ikut Berpengaruh

Selain faktor stres dan kelelahan, pola makan warga selama masa banjir juga dinilai ikut memengaruhi kondisi kesehatan.

Selama kondisi darurat, sebagian warga mengonsumsi makanan instan maupun makanan kaleng yang memiliki kandungan garam cukup tinggi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved