Kamis, 23 April 2026

Hari Penting

3 Mei Hari Apa? Berikut Sejarah dan Tujuan Diperingatinya oleh Jurnalis di Seluruh Dunia

Berikut ini sejarah dan tujuan diperingati hari Kebebasan Pers Sedunia untuk diketahui.

Penulis: Yuni Astuti | Editor: Ricky Jenihansen
Freepik
Ilustrasi, 3 Mei hari apa? Simak sejarah dan tujuan diperingatinya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tanggal 3 Mei 2024 jatuh pada hari Jumat, hari ini diperingati sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Freedom Press Day diarayakan tanggal 3 Mei Setiap tahunnnya.

Hal ini sesuai dengan penetapan yang dilakukan PBB pada tahun 1993 menyusul rekomendasi Sidang ke-26 Konferensi Umum Unesco Tahun 1991.

Peringatan ini dilatarbelakangi oleh kejadian Perang Saudara Afrika pada akhir abad ke-20 yang banyak menyerang jurnalis.

Dalam hari ini, diharapkan menjadi momentum untuk mengevaluasi pers yang tidak terikat oleh pihak manapun.

Hal ini mengingat pers harus mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu di Indonesia, momentum hari pers ini merupakan pengingat kepada pemerintah mengenai komitmen untuk menghormati kebebasan pers di Indonesia yang sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Melansir dari laman resmi PBB, Pada tahun 2024, Hari Kebebasan Pers Sedunia didedikasikan untuk pentingnya jurnalisme dan kebebasan berekspresi dalam konteks krisis lingkungan global saat ini.

Kesadaran akan seluruh aspek krisis lingkungan hidup global dan konsekuensinya sangat penting untuk membangun masyarakat demokratis. Pekerjaan jurnalistik sangat diperlukan untuk tujuan ini.

Jurnalis saat ini menghadapi tantangan besar dalam mencari dan menyebarkan informasi mengenai isu-isu kontemporer, seperti masalah rantai pasokan, migrasi iklim, industri ekstraktif, pertambangan ilegal, polusi, perburuan liar, perdagangan hewan, penggundulan hutan, atau perubahan iklim.

Memastikan visibilitas isu-isu ini sangat penting untuk mempromosikan perdamaian dan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia.

Kemudian dalam konteks 3 krisis yang terjadi di dunia, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi udara.

Kampanye dis-/misinformasi menantang pengetahuan dan metode penelitian ilmiah

Serangan terhadap validitas ilmu pengetahuan menimbulkan ancaman serius terhadap debat publik yang pluralistik dan terinformasi.

Memang benar, informasi yang menyesatkan dan salah mengenai perubahan iklim, dalam beberapa kasus, dapat melemahkan upaya internasional untuk mengatasinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved