Sabtu, 2 Mei 2026

Kisah Nyata

Kisah Nyata Eija Riitta, Wanita Asal Swedia yang Menikahi Tembok Berlin

Inilah kisah nyata wanita asal Swedia Eija Riitta yang menikahi tembok yang diberi nama Tembok Berlin.

Tayang:
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Ricky Jenihansen
kotzendes-einhorn.de
Saat Riitta menikahi Tembok Berlin, kisah nyata Eija Riitta yang menikah dengan tembok Berlin. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Namanya Eija-Riitta Eklöf yang ahir di kota kecil Liden di Swedia pada tahun 1954.

Eija-Riitta merupakan Wanita yang menikahi tembok yang diberi nama tembok berlin.

Pada tanggal 13 Agustus 1961, di tengah meningkatnya ketegangan antara Jerman Timur dan Barat, dan sangat mengejutkan warga Berlin, akhirnya tembok Berlin dibangun.

Saat tembok Berlin dibangun, Eija-Riitta masih berusia tujuh tahun.

Eija-Riitta mengaku bahwa dia cinta pada pandangan pertama ketika pertama kali tembok Berlin tersebut di televisi.

Sebagai seorang anak ia mulai mengumpulkan foto-foto 'tembok Berlin' dari surat kabar dan majalah, kemudian menghiasi dinding kamarnya dengan foto-foto kekasihnya sama seperti gadis remaja lainnya.

Di usia remaja dan di umur dua puluhan, dia menabung uang untuk kunjungan romantis, Eija-Riitta mengunjungi tembok Berlin itu.

Baca juga: Kisah Nyata Mike, Ayam yang Hidup Tanpa Kepala Selama 18 Bulan dan Membuat Pemiliknya Kaya

Kemudian pada perjalanan Eija Riitta mengunjungi tembok Berlin yang keenam, yakni pada Juni 1979, mereka (Eija Riita dan Tembok Berlin) secara resmi menikah.

Upacara pernikahan Eija Riita hanya dihadiri oleh keluarga dan teman.

Ketika proses pernikahan, Riita mempekerjakan seorang penganut animisme yang mengaku mampu berkomunikasi dengan Tembok, dan mampu mengomunikasikan kata “Saya bersedia” (semoga antusias).

Sebagai pasangan muda yang progresif, mereka memilih nama keluarga menikah berlaras tiga yaitu Eklöf-Berliner-Mauer (Eklöf-Berlin-Wall).

Meski komunikasi antara Eija Riita dan tembok Berlin cukup sulit, namun Eija Riita bersikeras bahwa dia memiliki hubungan penuh kasih sayang dengan Tembok Berlin itu.

Eija-Riitta menjelaskan bahwa menurutnya “benda ramping dengan garis horizontal sangat seksi, Tembok Besar Tiongkok menarik, tapi terlalu tebal – suami saya lebih seksi.”

Dia adalah tipe orang yang kuat dan pendiam, dan pada akhirnya dia tahu bahwa dia akan selalu ada untuknya.

 

Hari-hari awal Tembok Berlin.
Hari-hari awal Tembok Berlin usai dibangun

 

Baca juga: Kisah Nyata Baby Reindeer, Pria Korban Pelecehan Seksual Wanita yang Diadaptasi Jadi Serial Netflix

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved