Sabtu, 18 April 2026

Viral Bupati Kejar Pendemo Pakai Parang

Biodata dan Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery yang Viral Kejar Pendemo Pakai Parang

Aksi Bupati Halmahera Utara Frans Manery mengejar pendemo menggunakan parang itu viral di media sosial, Jumat (31/5/2024).

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Bupati Halmahera Utara Frans Manery. Aksi Frans Manery mengejar pendemo menggunakan parang itu viral di media sosial, Jumat (31/5/2024). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Biodata dan profil bupati Halmahera Utara Frans Manery yang viral mengejar pendemo menggunakan parang.

Aksi Bupati Halmahera Utara Frans Manery mengejar pendemo menggunakan parang itu viral di media sosial, Jumat (31/5/2024).

Peristiwa ini terjadi saat kelompok yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa kristen (GMK) melakukan aksi demontrasi.

Dalam video berdurasi 1,08 menit yang diunggah akun Instagram @halmaherapost, memperlihatkan sejumlah warga berlarian dikejar pria yang mengenakan kemeja putih.

Akun tersebut menerangkan jika sosok pria berkemeja putih itu diduga Bupati Halmahera Utara Frans Maneri.

Frans Maneri disebut melontarkan kata kasar memaki massa GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dengan membawa senjata sebilah parang ditangannya.

Aksi kejar-kejaran itu pula terjadi hingga ke rumah warga.

"Bupati Halmahera Utara, Frans Manery mengejar masa aksi dari GMKI menggunakan sebilah par*ng"

Dalam video, bupati yang mengenakan kemeja putih tidak hanua mengejar masa aksi hingga ke pemukiman warga, Frans juga melontarkan kata-kata tak senonoh kepada masa aksi.

"Masa aksi menyesalkan sikap bupati," tulis keterangan akun @halmaherapost.

Usai viral, Frans Manery akhirnya menguak pemicu ia mengejar pendemo menggunakan parang.

Melansir dari video yang beredar di instagram warga Halmahera Utara, Jumat (31/5/2024) Frans Manery menyampaikan klarifikasinya.

Awalnya tindakan demontrasi tersebut dilakukan di depan kantor DPRD Halmahera Utara kemudian berlanjut ke kantor badan keuangan daerah (BKD) Halmahera Utara.

"Saat di DPRD apa yang mereka sampaikan sudah ditanggapi ketua DPRD, tapi mereka melanjutkan aksi lagi di kantor BKD,"

"bahkan sempat melakukan tindakan mengobok-obok fasilitas kantor," tuturnya.

"Mereka membuang buang dan sebagian alat yang ada di meja keluar dari situ aksi demo dilanjutkan ke Hotel Marahi tapi ditegur pihak keamanan," sambungnya.

Saat itu Frans Manery mengira jika aksi demo tersebut sudah selesai.

Namun ketika mengikuti rapat pleno KPU bersama Forkompinda, dirinya mendapatkan telpon dari sang anak yang berada dirumah jika para pendemo tengah menuju kesana.

Baca juga: Bripka SR Polisi di Ambon Setubuhi Anak SD Berulang Kali, Korban Diancam-Disuruh Nonton Film Dewasa

"Tiba-tiba sekitar jam 03.40 sore, anak saya telpon, anak saya dirumah di pantai Bowens menyatakan Pa mahasiswa melakukan aksi menuju ke rumah,"tuturnya

"Kebetulan di rumah itu ada acara makan, ibu tengah menjamu tamu yang kami undang ada penyanyi dan artis si Mongol, saya putuskan langsung keluar dari rapat pleno menuju kerumah," terangnya.

Sekitar 70 meter saat mendekati rumahnya, Frans Manery melihat massa aksi sudah meletakan mobil dan hendak berorasi untuk mengusir para tamu yang berada dirumah.

Tindakan tersebut dinilai Frans lantaran para pendemo tak setuju dengan kegiatan pertunjukan yang akan diadakan dalam menyambut hari ulang tahun (HUT) kabupaten Halmahera Utara.

"Saya datang dan tegur baik-baik, adik-adik sebaiknya pulang, karena ini sudah sore dan bukan tempatnya menyampaikan aspirasi, tapi mereka menantang saya." ungkapnya.

"Mereka bilang, ya keuangan daerah seperti ini kenapa harus buang-buang uang untuk membawa artis papan atas," ujarnya mengulangi ucapan para pendemo.

Mendengar jawaban itu, Frans Manery menjelaskan jika hal tersebut dilakukan sebagai bentuk hiburan dalam kaitan HUT Halmahera Utara tapi tak digubris pendemo.

"Mereka tetap mau melakukan orasi, sementara saya harus melindungi tamu kami, jadi tindakan yang saya ambil tadi sore itu sebenarnya bukan selaku bupati," jelasnya.

"Karena ini dikompleks perumahan saya dan tidak ada aparat kepolisian karena tidak ada yang menduga massa aksi akan kesitu," tuturnya.

Frans Manery sempat membujuk tiga empat kali untuk menyuruh bubar tapi pende,o tatak tidak mau.

"Kebetulan di mobil saya ada parang Salawaku yang rencana untuk Cakelel di acara HUT, saya usir pakai itu," jelasnya.

"Kalau dengan tangan kosongkan tidak mungkin mereka bisa kabur, ya saya kejar mau tidka mau saya harus kejar dengan parang untung mereka lari,"

"kalau tidak lari dan nantang sayang, mungkin tadi tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya," ucapnya.

Diakhir ucapannya, Frans Manery menegaskan kecewa dengan tindakan para pendemo mengingat mereka masih anak anak muda berstatus mahasiswa.

Pasalnya tindakan yang dilakukan seolah-olah menggambarkan wilayah Halmahera Utara tidak nyaman dan aman.

"Selaku pimpinan di daerah terpaksa saya harus bubarkan jadi mungkin itu sekitar penjelasan bagi saudara saudara yang mau menonton dan mempercayai ini saya ucapkan terima kasih," tutupnya.

Sebelumnya Pernah Viral

Sosok Frans Manery sebelumnya pernah viral.

Pada Februari 2023 lalu, Frans Manery pernah diduga mengancam bunuh pengunjuk rasa.

Gara-gara ucapannya itu, hingga Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Utara, Nimron Lasa May kala itu akan melaporkan Bupati Halmahera Utara Frans Manery ke Polda.

Mereka melaporkan Frans Manery ke Polda Maluku Utara terkait ucapannya yang dianggap kasar dan mengancam saat demonstrasi terkait dugaan korupsi di Halamhera Utara, Rabu (22/2/2023).

"Frans kan seorang pejabat publik, aksi GMNI hanya menyampaikan dugaan korupsi malah tanggapi kami se kasar itu."

"Ini menurut kami sudah unsur pidana,”tegas Nimrod Lasa kepada Tribunternate.com, Kamis (23/2/2023) lalu.

“Secara kelembagaan kami merasa tersinggung. Besok rencana kami masukan laporan ini ke Polda,”ujarnya kala itu.

Saat itu, unjuk rasa dugaan korupsi oleh GMNI Cabang Halmahera Utara, ditanggapi sadis dari sang Bupati Frans Manery.

Saat menemui pengunjukrasa Frans Manery marah besar.

Ia bahkan mengucapkan kata-kata kasar.

Ucapan kasar Frans Manery itu pun tersebar dan viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Facebook atas nama @Tony Pulo, memperlihatkan, Bupati Frans Manery, marah-marah pada pengunjuk rasa.

Ia bahkan menyuruh seluruh pegawainya yang ada disitu mengambil kayu untuk memukul pendemo.

“Pegawai samua ayo ambil kayu panggal la Tunggu komando,”ajak Frans dalam video tersebut, Rabu (22/2/2023).

Sadisnya lagi, Frans Manery menyampaikan, lebih baik bunuh dorang (Mereka) dari pada membuat bibit yang tidak baik.

“Lebe bae tong bunuh pa dorang daripada bikin bibit yang tara bae,”ucapnya ketika itu.

Profil Bupati Halmahera Utara Frans Manery

Frans Manery adalah Bupati Halmahera Utara.

Ia menjabat sebagai Bupati Halmahera Utara selama dua periode, yakni sejak 2016 - 2021 dan 2021 - 2024.

Frans lahir pada 17 Februari 1956.

Sebelum menjabat sebagai Bupati, Frans pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Fraksi Golkar periode 2014 - 2015.

Riwayat Pekerjaan

- PNS Dinas Perkebunan Kabupaten Maluku Utara (1987)

- Anggota DPRD Kabupaten Maluku Utara (1997—1999)

- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara (2004—2006)

- Asisten II Setda Kabupaten Halmahera Utara (2006—2007)

- Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara (2007—2010)

- Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (2014—2015)

- Bupati Halmahera Utara (2016—2021)

- Bupati Halmahera Utara (2021—)

Riwayat Organisasi

- Pembantu Komisaris Golkar (1987—1992)

- Anggota Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Utara (1994—1999)

- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara (2014—2019)


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved