Kamis, 30 April 2026

Polisi Dibakar Polwan

Briptu Rian Dwi Wicaksono, Polisi Dibakar Polwan yang Istrinya Sendiri, Dikuburkan di Jombang

Briptu Rian Dwi Wicaksono, polisi dibakar polwan yang istrinya sendiri, dinyatakan meninggalkan dunia sekitar pukul 12.54 WIB.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Ist
Briptu Rian Dwi Wicaksono, polisi dibakar polwan yang istrinya sendiri, dinyatakan meninggalkan dunia sekitar pukul 12.54 WIB. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Briptu Rian Dwi Wicaksono, polisi dibakar polwan yang istrinya sendiri, dinyatakan meninggalkan dunia sekitar pukul 12.54 WIB.

Dari informasi terhimpun, saat ini jenazahnya telah dibawa ke kampung halamannya, di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Seperti diketahui, seorang anggota polisi bernama Briptu Rian Dwi Wicaksono dibakar istrinya yang juga merupakan anggota polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman mereka di kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto, Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban diketahui mengalami luka bakar mencapai 96 persen, dan meninggal dunia tidak lama setelah mendapatkan perawatan.

"Korban RDW (Rian Dwi Wicaksono), secara medis meninggal dunia pukul 12.55 WIB Akan dimakamkan secara kedinasan di Jombang, di daerah asalnya," kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Marunduri, Minggu (9/6/2024) siang.

Kolase Kapolres Mojokerto, AKBP Daniel Marunduri dan Briptu FN.
Kolase Kapolres Mojokerto, AKBP Daniel Marunduri dan Briptu FN. (TribunBengkulu.com/Ist)

Kronologi Kejadian

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri kemudian mengungkapkan kronologi dugaan FN bakar RDW.

Kejadian ini bermula saat Briptu FN atau terduga pelaku melakukan pengecekan ATM milik suaminya, Briptu RDW, Sabtu pukul 09.00 WIB.

"Dan didapati bahwa gaji ke-13 [di ATM Briptu RDW yang seharusnya] senilai Rp2.800.000, tersisa tinggal Rp800.000," kata Daniel melalui keterangannya, Minggu (9/6).

Setelah itu Briptu FN pun menghubungi suaminya mengklarifikasi untuk apa uang gaji ke-13 tersebut sehingga hanya tersisa Rp. 800.000.

Terduga pelaku lalu menyuruh Briptu FDW untuk pulang ke aspol, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

"Sebelum korban pulang, terduga pelaku membeli bensin di botol plastik dan membawa ke rumah aspol," ucapnya.

Daniel melanjutkan, terduga pelaku lalu menaruh botol yang berisi bensin tersebut di atas lemari yang berada di teras rumah, memfotonya, lalu dikirimkannya ke WhatsApp Briptu RDW agar segera pulang.

"Dikirimkan dengan ancaman 'apabila tidak pulang semua anak-anaknya akan dibakar,'" katanya.

Kolase Briptu FN (kiri) dan Asrama Polisi Polres Mojokerto (kanan).
Kolase Briptu FN (kiri) dan Asrama Polisi Polres Mojokerto (kanan). (HO TribunBengkulu.com/Istimewa)

Setelah itu, Briptu FN meminta salah seorang saksi ART, berinisial M, agar mengajak anak-anaknya yang berjumlah tiga orang untuk bermain di luar rumah.

Tidak lama kemudian sekitar pukul 10.30 WIB Briptu RDW tiba dan langsung diajak masuk oleh BriptU FN ke dalam rumah dan pintu dikunci dari dalam.

Setelah itu korban disuruh oleh terduga pelaku untuk ganti baju kaus lengan pendek dan celana pendek. Keduanya kemudian cekcok mulut.

Terduga pelaku kemudian memborgol tangan kiri Briptu RDW dan dikaitkan di tangga yang berada di garasi. Dan dalam kondisi duduk di bawah, Briptu FN pun langsung menyiramkan bensin yang sudah disiapkan ke sekujur tubuh suaminya.

"Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu yang di pegang menggunakan tangan kanan sambil berkata 'ini lo yang lihaten iki (lihatlah ini)', namun korban diam saja," ucapnya.

Api yang ada di tangan terduga pelaku, lalu langsung menyambar ke tubuh korban yang sudah berlumur bensin. Setelah itu korban terbakar di sekujur tubuh dan teriak meminta pertolongan.

"Korban berusaha keluar garasi namun tidak bisa karena terhalang mobil dan juga tangan kiri dalam keadaan terborgol di tangga lipat," katanya.

Setelah itu salah seorang saksi, Bripka Alvian, yang mendengar teriakan minta tolong korban, masuk ke garasi dan langsung memadamkan api yang membakar tubuh korban

"Setelah itu saksi melaporkan kepada pimpinan dan mendatangkan ambulans untuk pertolongan pertama terhadap korban ke rumah sakit," ucapnya.

Akibat kejadian itu, kata Daniel, Briptu RDW mengalami luka bakar 96 persen di sekujur tubuhnya.

Pihaknya sendiri saat ini sedang mendalami motif terduga pelaku, dengan mendatangi dan mengamankan TKP, mengamankan dan interogasi pelaku, serta memintai keterangan saksi-saksi. (**)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved