Jumat, 15 Mei 2026

Contoh Asesmen Formatif dengan Teknik Observasi Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Penjelasannya

Berikut ini contoh asesmen formatif dengan teknik observasi kurikulum merdeka lengkap dengan penjelasannya untuk kamu ketahui.

Tayang:
Penulis: Yuni Astuti | Editor: Yuni Astuti
TribunBengkulu.com
Ilustrasi contoh asesmen formatif dengan teknik observasi kurikulum merdeka. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut ini contoh asesmen formatif dengan teknik observasi kurikulum merdeka.

Sebelum lanjut memberikan contoh asesemen formatif dengan teknik observasi, simak dulu penjelasan tentang asesmen formatif dengan tekni observasi terlebih dahulu.

Asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran.

Sesuai dengan tujuannya, asesmen formatif dapat dilakukan di awal dan di sepanjang proses pembelajaran.

Melalui asesmen ini, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar murid, hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, serta untuk mendapatkan informasi perkembangan murid.

Informasi tersebut kemudian dijadikan umpan balik baik bagi murid maupun guru.

Bagi murid, asesmen formatif berguna untuk berefleksi, dengan memonitor kemajuan belajarnya, tantangan yang dialaminya, serta langkah-langkah yang perlu ia lakukan untuk meningkatkan terus capaiannya.

Hal ini merupakan proses belajar yang penting untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Bagi guru, asesmen formatif berguna untuk merefleksikan strategi pembelajaran yang digunakannya, serta untuk meningkatkan efektivitasnya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

Asesmen ini juga memberikan informasi tentang kebutuhan belajar muridnya.

Agar asesmen dapat bermanfaat bagi murid dan guru, melansir dari laman resmi guru.kemdikbud, beberapa hal yang perlu diperhatilan guru dalam merancang asesmen formatif di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Asesmen formatif tidak berisiko tinggi (high stake).  Asesmen formatif dirancang untuk tujuan pembelajaran dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor, keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan-keputusan penting lainnya.

2. Asesmen formatif dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen. Suatu asesmen dikategorikan sebagai asesmen formatif jika tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar.

3. Asesmen formatif dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan.

Asesmen formatif dapat menggunakan metode yang sederhana, sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved