Minggu, 10 Mei 2026

Contoh Proses Pengolahan Tujuan Pembelajaran Menjadi Nilai Akhir Kurikulum Merdeka

Berikut contoh pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir untuk Kurikulum Merdeka.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com
Ilustrasi contoh proses pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir Kurikulum Merdeka 

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut contoh pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir untuk Kurikulum Merdeka.

Seperti diketahui, tujuan pembelajaran peserta didik diolah menjadi nilai akhir mata pelajaran dalam kurun waktu pelaporan (biasanya satu semester).

Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung diolah.

Sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan mengenai kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.

Penting untuk diperhatikan bahwa pendidik tidak mencampur perhitungan dari hasil asesmen formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak contoh pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir untuk Kurikulum Merdeka di bawah ini!

Baca juga: Tujuan dan Fungsi Asesmen Sumatif Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Beda Jauh dari Asesmen PAUD

Contoh proses pengolahan tujuan pembelajaran menjadi nilai akhir

1) Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

- Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan pembelajaran untuk B. Indonesia, dan 5 tujuan pembelajaran untuk mapel Agama (contoh hanya 3 mapel, namun cara ini dapat berlaku untuk semua mapel).

- Asumsi: satuan pendidikan menggunakan rentang nilai untuk ketercapaian tujuan pembelajaran. Rentang ini bisa sama untuk setiap mapel atau berbeda, tergantung kesepakatan para pendidik di satuan pendidikan.

- Ketuntasan ditentukan untuk setiap tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir pengolahan nilai sumatif per mata pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di tujuan pembelajaran tertentu saja.

Hal ini bertujuan untuk mengkomunikasikan kepada orang tua dan peserta didik tentang tujuan pembelajaran mana yang belum dituntaskan oleh peserta didik.

Contoh: Para pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56-100 sudah mencapai ketuntasan.

Contoh Proses Pengolahan Tujuan Pembelajaran 1

2) Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

a. Perlu bimbingan: peserta didik masih kesulitan dan sangat bergantung pada bimbingan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan belum siap memasuki pembelajaran lebih lanjut. Perlu direkomendasikan untuk menguatkan tujuan pembelajaran dengan mengikuti remedial.

b. Cukup: peserta didik masih kesulitan dalam mencapai sebagian tujuan pembelajaran dan perlu menguatkan tujuan
pembelajaran yang dipelajari sebelum mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan penekanan pada aspek-aspek yang belum dikuasai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved