Senin, 13 April 2026

Berita Mukomuko

Kasus DBD di Mukomuko Turun di Bulan Juni, Dinkes Sebut karena Jarang Hujan

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu mengalami penurunan di Juni 2024.

Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Kasus DBD di Mukomuko pada bulan Juni 2024 mengalami penurunan dibandingkan bulan Mei 2024. Gerakan 3M plus untuk berantas sarang nyamuk. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu mengalami penurunan di Juni 2024.

Pada bulan Mei 2024, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mencatat ada 100 kasus DBD.

Dijelaskan Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mukomuko Hamdan A, untuk di bulan Juni 2024 hanya 48 kasus DBD yang tercatat.

“Adanya penurunan kasus DBD untuk bulan Juni 2024 jika dibandingkan dengan bulan Mei 2024, kalau bulan Juni ada 48 kasus sedangkan bulan Mei ada 100 kasus,” ungkap Hamdan A, saat dihubungi pada Minggu (7/7/2024).

Penurunan kasus DBD ini bukan tanpa sebab. Adanya penurunan kasus DBD menurutnya karena cuaca.

Pasalnya pada bulan Juni 2024, hujan jarang turun kalau dibandingkan dengan bulan Mei 2024.

“Salah satu penyebab menurunnya kasus DBD ini, karena hujan yang jarang turun di bulan Juni 2024 jika dibandingkan dengan bulan Mei 2024,” tutur Hamdan.

Hamdan juga menerangkan, hasil rekapitulasi data kasus DBD selama enam bulan terakhir mulai dari bulan Januari hingga Juni 2024.

Kasus DBD pada bulan Januari sebanyak 54 kasus, atau lebih sedikit dibandingkan bulan Februari 100 kasus, lalu bulan Maret kasus DBD turun menjadi 71 kasus. 

“Untuk di bulan April kasus DBD naik menjadi 76 kasus, lalu pada bulan Mei kasus DBD kembali naik menjadi 100 kasus, dan pada Juni tahun 2024 kasus DBD turun menjadi 48 orang,” jelas Hamdan.

Lebih lanjut, Hamdan mengatakan sudah banyak juga warga setempat yang mengerti cara mencegah penyebaran DBD melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). 

Pihaknya juga melayani desa yang meminta dan mengusulkan kegiatan pengasapan atau fogging di wilayahnya. 

Selain melakukan fogging serta gerakan serentak (gertak) PSN bersama berbagai pihak terkait di desa sepeti Babinsa, polsek, dan warga di wilayah ini. 

Kemudian, katanya, kegiatan pembagian bubuk abate kepada warga setempat masih berjalan sampai sekarang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved