Berita Bengkulu Utara
BBM di Pulau Enggano Bengkulu Terbatas, Isi Pakai Ember-Motor Maksimal 5 Liter per Hari
Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Enggano menjadi salah satu hal yang menjadi fondasi perputaran ekonomi masyarakat.
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Enggano Bengkulu menjadi salah satu hal yang menjadi fondasi perputaran ekonomi masyarakat.
Dengan keterbatasan transportasi stok BBM harus diatur dengan baik agar tercukupi hingga pengiriman berikutnya.
Tak jarang, ketika cuaca tidak bersahabat BBM tidak bisa masuk hingga menyebabkan kelangkaan.
Pekerja SPBU Junaidi mengungkapkan, setiap kendaraan yang ingin mengisi BBM harus menyertakan plat kendaraan dengan jumlah yang dibatasi.
"Untuk kendaraan sepeda motor, dalam satu hari maksimal 5 liter dan untuk mobil maksimal 20 liter," ujar Junaidi, Kamis (18/7/2024).
Dari pantauan TribunBengkulu.com, SPBU di Pulau Enggano hanya ada di Desa Malakoni dan tidak menggunakan mesin SPBU seperti pada umumnya.
Tampak para pengendara mengantre sembari menyebutkan plat kendaraan lalu menyebutkan jumlah liter yang akan dibeli.
Operator SPBU pun akan menginput data kendaraan dan jumlah liter melalui aplikasi yang berada di gadget petugas.
BBM pun dimasukkan ke dalam ember, lalu pemilik kendaraan memasukan BBM tersebut ke dalam kendaraan secara manual.
Terkait harga, BBM di Pulau Enggano tidak jauh berbeda dengan di lokasi lainnya, untuk pertalite sebesar Rp 10 ribu per liter.
"Kita ada solar sama minyak tanah juga, kalau untuk minyak tanah di sini harganya Rp 6 ribu per liter, karena masih masuk subsidi," kata Junaidi.
Sementara itu, Anwar salah satu warga Desa Malakoni mengharapkan ada penambahan fasilitas pada SPBU.
"Semoga nanti SPBU kami bisa seperti SPBU lainnya dan stok BBM bisa lebih banyak lagi, agar ketika badai tidak terjadi kelangkaan," ungkapnya.
Baca juga: Produksi Padi di Pulau Enggano Bengkulu Menurun, Terserang Hama dan Kemarau
| Dua Petani Bengkulu Utara Ditangkap dan Ditahan Usai Konflik Lahan dengan Perusahaan Sawit |
|
|---|
| Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Arie Prioritaskan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Bengkulu Utara |
|
|---|
| Masuk Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Arie Genjot Pembangunan Jalan dan Jembatan Bengkulu Utara |
|
|---|
| Bupati Arie Tinjau Lokasi Banjir di Batik Nau Bengkulu Utara, Bantuan Segera Disalurkan |
|
|---|
| Potret Perjuangan Anak Desa Tanjung Genting Bengkulu Utara Berangkat Sekolah Melintasi Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/BBM-di-Pulau-Enggano.jpg)