Ibu Bunuh Anak Tiri di Pontianak

Sadisnya IF Ibu Bunuh Anak Tiri di Pontianak, Sempat Kunci Korban di Luar Rumah-Tak Diberi Makan

Jasad Ahmad Nizam ditemukan tak bernyawa di sebalah rumahnya, dimana korban ditemukan dalam posisi di dalam karung dan diisi sampah

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com/Istimewa
Kolase Tampang IF. Sadisnya IF Ibu Bunuh Anak Tiri di Pontianak, Sempat Kunci Korban di Luar Rumah-Tak Diberi Makan 

“Awalnya curiga karena ada bau menyengat, setelah dicek, ternyata korban di dalam karung,” jelas Harry. 

Harry menerangkan, pihaknya belum menetapkan status hukum terhadap terduga pelaku IF karena masih dalam pemeriksaan intensif. 

“Kami belum menerapkan pasal, karena proses terus berjalan, yang pasti ada tindak pidana dalam peristiwa ini," jelas Harry. 

Saat ini, jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar untuk proses autopsi. 

Hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya bekas luka di tubub korban. 

"Ditemukan bekas luka ini hasil visum sementara, kami akan autopsi jasad korban untuk mengetahui penyebab kematiannya," tutup Harry.

Kronologi Kejadian

Kronologi bocah berinisial AN (6) ditemukan tewas dalam karung dan diisi sampah di belakang rumah yang diduga dibunuh ibu tirinya berinisial IF. 

Korban ditemukan tak bernyawa oleh ayah kandungnya di rumah Komplek Purnama Agung 7, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/8/2024). 

Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Raden Petit Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan IF selaku ibu tiri korban. 

Polisi memeriksa IF, terkuak bahwa korban sempat dikunci di luar rumah dalam keadaan hujan deras dan tidak diberi makan. 

IF mengakui perbuatannya ini bermula saat korban pulang sekolah dalam keadaan hujan dan sempat dimarahi. 

Lalu IF mengunci korban di halaman belakang rumah dan tidak boleh masuk serta makan semalaman.

Ibu Tiri Diperiksa Polisi Keesokannya, Selasa (20/8/2024), IF melihat korban dalam keadaan lemas di halaman belakang, kemudian menyuruhnya masuk dan mandi. 

"Saat melihat korban berjalan dalam keadaan lemas dan sempoyongan, pelaku tidak sabar dan mendorong korban di depan kamar mandi, hingga korban terjatuh dan kepala korban terbentur ubin lantai kamar mandi," ungkap Petit. 

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved