Galeri UMKM Bengkulu
Kerupuk Ke'ite Kaur, Oleh-oleh Khas Bengkulu, Dilirik Pasar Mancanegara
Kerupuk Ke'ite Kaur, cemilan yang terbuat dari gurita menjadi oleh-oleh khas Bengkulu.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kerupuk Ke'ite Kaur, cemilan yang terbuat dari gurita menjadi oleh-oleh khas Bengkulu. Produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pemuda Bengkulu ini bahkan dilirik oleh pasar mancanegara.
Owner Kerupuk Ke'ite Kaur, Okta Junaidi (26) menyampaikan rasa syukurnya atas capaian membanggakan ini.
"Nama Ke'ite diambil dari bahasa daerah Kabupaten Kaur yang artinya gurita," kata Okta.
Ia menjelaskan produk dari Kerupuk Ke'ite Kaur adalah cemilan yang terbuat dari gurita. Kerupuk ini bercita rasa enak, gurih dan bergizi.
Untuk awal mula, usaha ini dari kegiatan Bangga Buatan Indonesia (BBI) Bengkulu. Kerupuk Ke'ite Kaur diberikan kesempatan untuk mengikuti Pameran UMKM Merdeka Export di Malaka dan Malaysia.
Dari situlah, Kerupuk Ke'ite berhasil mendapatkan pembeli sampai ke mancanegara.
"Ada ratusan UMKM di Provinsi Bengkulu, dan Kerupuk Ke’Ite Kaur terpilih menjadi 30 UMKM terbaik untuk mendapatkan coacing demi peningkatkan omset usaha," jelas Okta.
Ia mengatakan dari proses coaching yang ia lakukan, mendapatkan kabar baik. Produknya terpilih untuk dipamerkan di Malaysia bersama 29 UMKM lainnya.
Tak sampai di situ, saat di Malaysia, ada peminat kerupuk gurita yang ingin memborong semua produknya. Dari sinilah, permintaan akan Kerupuk Ke'ite Kaur meningkat pesat.
Dengan usah tekun, lanjutnya, juga dibantu berbagai pihak hingga akhirnya, Okta berhasil melakukan ekspor perdananya ke Malaysia pada Februari 2024.
"Setelah kerja keras 3 tahun ini, Alhamdulillah hasil yang dicapai luar biasa. Ini tentu ikut mengenalkan Bengkulu di kanca internasional," ungkap Okta.
Baca juga: Sirup Kalamansi Putri Bengkulu, Tembus Pasar Nasional, Punya Reseller di Sejumlah Daerah
| Wisata Kuliner Sate Gurita Kaur Dengan View Pantai Linau Jadi Daya Tarik |
|
|---|
| Kisah Yenny Pembuat Batik Sekundang Rukis Bengkulu Selatan Hanya Bermodal Rp500 Ribu |
|
|---|
| Ida Royani, Penggerak UMKM Kepahiang Bengkulu, Angkat Ekonomi Petani-Buat Pusat Oleh-Oleh Khas |
|
|---|
| Lezatnya Mie 1 Meter Khas Bengkulu, Tidak Kalah Saing dengan Mie Aceh dan Mie Medan |
|
|---|
| Jelang Lebaran 2025, Oleh-oleh Khas Mukomuko Bengkulu Samba Lokan Banjir Pesanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Owner-Kerupuk-Keite.jpg)