Senin, 27 April 2026

Rs Medistra Larang Jilbab

Heboh Rs Medistra Disebut Rasis Larang Jilbab, Surat Protes Dokter Diani Kartini Tersebar

Heboh Rumah Sakit Medistra disebut rasis dan melarang penggunaan jilbab, surat protes salah seorang dokter tersebar di media sosial.

Kompas.com
Ilusrasi perawat rumah sakit. Rs Medistra disebut melarang penggunaan jilbab untuk perawat dan dokter umum. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Heboh Rumah Sakit Medistra disebut rasis dan melarang penggunaan jilbab, surat protes salah seorang dokter tersebar di media sosial.

Seperti diunggah salah satu akun X @LoneLynx pada Minggu, 9 September 2024.

Unggahan tersebut menyertakan foto surat protes salah seorang dokter spesialis yang sepertinya bekerja di Rs Medistra.

Unggahan tersebut diserta caption, "Manajemen RS Medistra Rasis terhadap Nakes Muslim yang Berhijab, Dr Diani Mundur."

Surat tersebut tertanggal 29 Agustus 2024 yang ditujukan kepada Manajemen Rs Medistra.

Pada bagian bawah surat, tertulis nama Dr. dr. Diani Kartini, SpB, Subsp.Onk(K).

Berikut isi lengkap surat tersebut:

Selamat Siang Para Direksi yang terhormat. Saya Ingin menanyakan terkait persyaratan berpakaian di RS Medistra. 

Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra.

Kebetulan keduanya menggunakan hijab. Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan Apakah bersedia membuka hijab jika diterima.

Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan rasis. 

Dikatakan RS Medistra berstandar internasional tetapi mengapa masih rasis seperti itu?

Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab.

Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien. 

Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved