Sabtu, 9 Mei 2026

PON 2024

Buntut Ricuh Pemukulan Wasit, PSSI Intervensi Laga Semifinal dan Final Sepak Bola PON 2024

Buntut ricuh laga Aceh menghadapi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada perempat final sepak bola PON 2024, kini PSSI ikut turun tangan.

Tayang:
Kompas TV
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menyebut wasit Liga 1 dan Liga 2 akan memimpin pertandingan semifinal dan final sepak bola putra PON 2024.  

Hal itu memicu pemukulan terhadap Eko Agus oleh pemain Sulteng, Rizky Saputra.

Pemukulan tersebut terjadi setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Aceh di masa injury time babak kedua. Padahal tekel yang dilakukan pemain Sulteng tersebut terlihat bersih.

Ekskusi penalti itu membuat Sulteng yang tengah memimpin sejak gol Wahyu Alan di menit ke-24 pun, bisa disamakan kedudukannya menjadi 1-1 setelah eksekusi penalti Akmal Juanda berbuah gol.

Aceh kemudian dinyatakan lolos ke semifinal setelah menang WO, karena Sulteng menolak melanjutkan pertandingan.

Wasit Eko Agus juga memberikan sejumlah keputusan termasuk memberikan tiga kartu merah kepada pemain Sulteng, dan dua kali hadiah penalti untuk Aceh.

Erick Thohir menegaskan PSSI sangat mengecam peristiwa ini. Ia menegaskan saksi terberat mengancam para pemain dan wasit yang terlibat dalam insiden ini.

“Memalukan! Sangat memalukan! PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini, dan akan menjatuhkan sanksi terberat,” kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Minggu (15/9/2024).

“Memalukan! Sangat memalukan! PSSI akan mengusut tuntas peristiwa ini, dan akan menjatuhkan sanksi terberat,” kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Minggu (15/9/2024).

“Pun halnya reaksi pemain yang dipastikan berbuah sanksi yang sangat berat,” tambah Erick.

Ia pun menambahkan, sanksi larangan seumur hidup akan mengancam wasit dan pihak-pihak lain jika terbuktiu mengatur hasil laga.

Meski begitu, Menteri BUMN itu juga menegaskan tak ada justifikasi bagi pemain melakukan pemukulan terhadap wasit.

“Ini adalah tindakan kriminal yang punya konsekuensi hukum,” ucapnya.

“Skandal soal keputusan wasit jadi hal lain yang juga punya konsekuensi hukum jika memang ternyata terindikasi diatur oleh oknum tertentu,” tambah Erick.

Menurutnya, peristiwa ini telah mencoreng kehormatan sepak bola Indonesia yang mulai menunjukkan titik cerah.

Agar tak terulang lagi, Erick menjamin hukuman terberat akan diberikan kepada pihak yang terbukti bersalah.

“Tidak ada toleransi bagi pihak yang telah dengan sengaja melanggar komitmen fair play,” ujar dia.

“Sanksi bukan sekadar hukuman melainkan statement dari sepak bola Indonesia yang tidak mentolerir sedikit pun praktik di luar fair play,” ujar dia.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved