Minggu, 26 April 2026

Perampokan Sadis Satu Keluarga di Bogor

Modus Komplotan Perampok Sadis Satu Keluarga di Bogor, 2 Hari Ngopi Bareng Sebelum Bantai Korban

Ahyar, Ketua RW setempat mengungkap dugaan liciknya siasat kawanan perampok berjumlah empat orang sebelum membantai satu keluarga di Bogor.

Editor: Hendrik Budiman
TribunnewsBogor.com/Dok Polres Bogor
Evakuasi sosok Haris Kepala Keluarga di Bogor Tewas Dibantai Perampok. Modus Komplotan Perampok Sadis Satu Keluarga di Bogor, 2 Hari Ngopi Bareng Sebelum Bantai Korban 

TRIBUNBENGKULU.COM - Modus komplotan perampok sadis satu keluarga didi Kampung Cimayangsari, Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Ahyar, Ketua RW setempat mengungkap dugaan liciknya siasat kawanan perampok berjumlah empat orang sebelum membantai satu keluarga di Bogor.

Para pelaku diduga kenal baik dengan korban.

Sebab, kawanan perampok itu sebelumnya mendatangi rumah korban sekira pukul 02.00 WIB.

"Sempat ngopi-ngopi, mungkin orang yang dikenal, mungkin, jam 4 kejadiannya," kata Ahyar di kediamannya, Rabu (18/9/2024) dilansir dari TribunNewsBogor

Tidak hanya ngopi bareng, Ahyar menuturkan terduga pelaku kenal dengan korban karena sempat mendatangi rumah Haris pada hari sebelumnya.

Baca juga: Jeritan Istri Kasus Perampokan Sadis Satu Keluarga di Bogor, Keluarga Dibantai-Jasad Suami di Mobil

"Sudah dua hari ini katanya, dua malam ini. Sebelum kejadian sama semalam kejadian, menurut keterangan dari si Resti," katanya.

Ahyar menuturkan warga tidak mengetahui kejadian perampokan yang terjadi sekira pukul 03.00 WIB.

Bahkan kata dia, korban sempat dianiaya di dalam rumah.

"Katanya dianiayanya di kamar, setelah di kamar ditarik, katanya dibawa," ujarnya.

Ahyar menambahkan, pada saat itu istri korban yang sudah lemah tak berdaya mengatakan bahwa suaminya dibawa pergi oleh pelaku menggunakan kendaraan yang dibawa kabur oleh pelaku.

Namun ternyata suaminya itu ditemukan oleh warga berada di dalam mobil Toyota Calya bernomor polisi B 1140 EYK.

"Menurut keterangan dari Resti dibawanya ke mobil yang dibawa si pelaku, ternyata diperiksa oleh warga, di dalam mobil yang ada di rumah," ungkapnya.

Melihat hal itu, warga pun tak ada yang berani menyentuhnya dan memilih untuk menunggu pihak kepolisian tiba di lokasi.

"(Korban) sudah keadaan telungkup, tapi engga ada yang berani meriksa, karena takut kan. Setelah polisi datang si suaminya ini diperiksa dibantu sama bidan, ternyata sudah tidak ada nyawanya," terangnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved