Kamis, 28 Mei 2026

Berita Viral

Manajer KAI Buka Suara Soal 4 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta 

Video detik-detik 4 orang tewas tertabrak Kereta Api Fajar Utama Yogya 142 rute Pasar Senen-Yogyakarta membuat geger jagat maya.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Istimewa
Tangkapan layar 4 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api Fajar Utama Yogyakarta yang viral 

TRIBUNBENGKULU.COM - Video detik-detik 4 orang tewas tertabrak Kereta Api Fajar Utama Yogya 142 rute Pasar Senen-Yogyakarta membuat geger jagat maya.

Dalam video yang beredar di lini masa media sosial memperlihatkan, awalnya seorang ibu bersama sang anak dan sejumlah orang lainnya bermain di pinggir rel kereta api.

“Nak videoin mama mau ini, mau kereta (api),” ujar sang ibu baju berwarna hijau.

Tak lama setelanya, terdengar suara gemuruh dan klakson kereta api berbunyi dari arah kejauhan.

Kereta api kemudian datang dari arah kanan perekam dengan kecepatan tinggi.

Seorang anak dan ibu yang tepat berada di jalur kereta api satunya, terlihat melambaikan tangan kepada kereta yang sedang melintas.

Namun dari arah sisi kiri perekam, muncul kereta dengan kecepatan tinggi menabark orang yang berada di rel.

“Gubrak” bunyi suara kereta api menabark para manusia yang ada di rel tersebut 

Juga terdengar suara jeritan seorang bocah laki-laki memakai baju merah “mama”.

Handphone perekam terjauh di rerumputan dan masih masih merekam susana keheningan di lokasi.

Rekaman itu hanya memperlihatkan langit dan rangkaian gerebong kereta api yang melaju.

Dalam video lainnya memperlihatkan seorang bocah laki-laki memakai kaos hijau tewas tersangkut di bagian depan kereta api yang melaju.

Kapolsek Kotabaru, Iptu Suherlan mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar Pukul 07.00 WIB. 

Identitas empat korban tersebut yakni Anita Andini (37), Muhammad Al Ikhsan (7) dan Ted Alfarizhi yang merupakan warga Kampung Sukaati Timur, Desa Jomin Timur.

Sementara Sahaman (63) merupakan warga Dusun Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru

Menurut keterangan saksi, saat itu Anita, Ikhsan, dan Ted melaksanakan olahraga pagi di Perumahan Ariwiga. 

Ketiganya berniat untuk menyebrang perlintasan rel kereta api dibantu oleh Sahaman yang selesai dari sawah.

"Saat itu mereka berempat akan menyeberang jalur rel kereta api," kata Suherlan saat dihubungi, Minggu (22/9/2024), dikutip dari Kompas.com.

Suherlan menjelaskan para korban saat itu hendak melintas rel. 

Kemudian, kereta dari arah Cirebon menuju Jakarta melintas begitu cepat.

Empat korban langsung menyeberang, tanpa menyadari ternyata KA Fajar Utama dari arah Jakarta menuju Cirebon juga tengah melaju.

"Keempat korban langsung tertabrak," kata dia.

Suherlan mengatakan, tubuh ketiga korban tergeletak di sekitar lokasi kejadian dan satu orang lagi atas nama Ted tersangkut di bagian depan kereta.

Jasad korban dievakuasi di stasiun Tanjungrasa, Desa Tanjung Rasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

"Jenazah para korban pun langsung dibawa ke RSUD Karawang," kata dia.

KAI Buka Suara 

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka suara terkait insiden KA Fajar Utama rute Pasar Senen- Solo yang menabrak empat orang hingga tewas.

Manager Humas Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, peristiwa itu terjadi di wilayah daerah operasional (daop) 3 Cirebon.

Tepatnya di jalur hulu Km 88+700 pada petak jalan Cikampek-Tanjung Rasa, Kampung Daringo, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (22/9/2024).

"Kami menyampaikan keprihatinannya terkait insiden yang terjadi di Cirebon pada 22 September 2024, di mana empat orang dilaporkan tewas tertabrak kereta api," kata Ixfan, Senin (23/9/2024), dikutip dari Kompas.com.

Peristiwa kecelakaan tersebut menyebabkan perjalanan kereta terlambat hingga 14 menit karena sempat berhenti di stasiun untuk pengecekan.

Saat itu, KA Fajar Utama Solo dengan rute Pasar Senen-Solo tengah melintas dari arah Jakarta menuju Cirebon.

"Masinis telah membunyikan klakson berkali-kali untuk memperingatkan warga yang berada di rel, peringatan tersebut tidak dihiraukan," kata Ixfan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved