Selasa, 2 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Hotman Paris Tegas Minta Prabowo Copot Menteri HAM Natalius Pigai, Ini Alasannya

Blak-blakan Hotman Paris meminta Presiden Prabowo Subianto agar mencopot Menteri HAk Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. 

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunBengkulu.com/Tribunnews
HOTMAN VS NATALIUS PIGAI - Foto Hotman Paris Hutapea (kanan) yang melontarkan kritik tajam terhadap kinerja kepada Menteri HAM Natalius Pigai (kiri), soal pelaku begal dilarang ditembak mati, Sabtu (23/5/2026). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Blak-blakan Hotman Paris meminta Presiden Prabowo Subianto agar mencopot Menteri HAk Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai

Menurutnya, keberadaan kementerian baru itu justru membebani anggaran negara tanpa hasil yang jelas dan terasa bagi rakyat.

Hotman menilai dana yang berasal dari pajak masyarakat seharusnya lebih diprioritaskan untuk kebutuhan publik dan kesejahteraan rakyat luas.

Pernyataan keras itu disampaikan langsung dalam video yang diunggah melalui Instagram @hotmanparisofficial pada Senin (25/5/2026).

"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat, tolong segera itu tutup Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), tidak guna itu, tidak guna. Dengan menterinya yang begitu tidak guna, sudahlah. Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Hotman Paris dengan nada tinggi.

Perkara ini bermulai dari ucapan Natalius Pigai yang menolak wacana penembakan langsung terhadap pelaku begal seperti yang disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf.

Menurut dia, tindakan represif ini bertentangan dengan prinsip HAM. 

“Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melalui prosedur dan proses hukum yang jelas. Tidak boleh begal ditembak langsung di tempat. Kata-kata tembak langsung di tempat bertentangan secara prinsip dengan hak asasi manusia," kata Pigai, Rabu (20/5/2026).

Dia menekankan polisi harusnya menangkap pelaku kejahatan dalam kondisi masih bernyawa untuk melanjutkan proses hukumnya.

Termasuk untuk mengungkap motif dan jaringan pelaku kejahatan lainnya.

Hotman menilai Pigai terlalu fokus pada perlindungan pelaku begal, sementara hak masyarakat untuk hidup aman justru terabaikan.

“Begal itu melanggar hak asasi. Kalau memang bisa dilumpuhkan tanpa mati ya lebih bagus. Tapi kalau tidak bisa, mau tidak mau ditembak terukur,” ujar Hotman dalam video yang dikutip Sabtu (23/5/2026).

Justru Hotman Paris mendukung sikap Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang meminta aparat bertindak tegas.

Ia lantas mempertanyakan kelayakan Pigai sebagai Menteri HAM karena dianggap tidak seimbang dalam menempatkan perspektif HAM. 

“Pak Pigai, sudah waktunya Anda pikir lagi. Apa Anda cocok jadi Menteri HAM?”ujar Hotman.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved