Berita Viral

Heboh Aksi Premanisme Bubar Paksa Diskusi Diaspora Indonesia di Kemang oleh Orang Tidak Dikenal 

Heboh aksi premanisme bubar paksa diskusi Diaspora Indonesia di Kemang  viral di media sosial. 

Editor: Rita Lismini
Akun X @Boediantar4
Tangkapan Layar Heboh Aksi Premanisme Bubar Paksa Diskusi Diaspora Indonesia di Kemang oleh Orang Tidak Dikenal 

TRIBUNBENGKULU.COM - Heboh aksi premanisme bubar paksa diskusi Diaspora Indonesia di Kemang  viral di media sosial. 

Jagat maya dihebohkan dengan seejumlah orang tak dikenal (OTK) yang diduga preman bayaran melakukan aksi anarkis di acara diskusi Diaspora bersama Forum Tanah Air.

Peristiwa ini terjadi di salah satu hotel di kawasan Kemang Jakarta Selatan, pada Sabtu, 28 September 2024.

Terlihat dari video yang beredar luas, aksi premanisme yang dilakukan oleh OTD tersebut dengan berbaju hitam dan wajah tertutup masker.

Mereka memasuki ruangan dengan cara merusak semua alat peraga dan mengusir semua peserta yang hadir.  

Imbasnya, peserta yang hadir di forum diskusi tersebut merasa ketakutan. 

Padahal acara tersebut dihadiri beberapa tokoh nasional dan pengamat politik yang kerap mengkritik pemerintah.  

Para tokoh yang hadir dan diundang sebagai narasumber di antaranya adalah pakar hukum tata negara Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Soenarko, serta Ketua dan Sekjen FTA, Tata Kesantra dan Ida N  Kusdianti.

Mirisnya Sempat terjadi baku hantam antara mereka dan anggota diskusi. 

Dalam video berdurasi 2 menit 55 detik tersebut tampak beberapa orang anggota polisi berusaha melerai keributan.

Refly Harun dalam keterangannya mengecam aksi sekelompok orang bermasker yang membubarkan acara tersebut.

Karenanya Refly meminta pihak kepolisian bertindak dan mengamankan orang-orang tak dikenal tersebut sebab apa yang dilakukan bukanlah delik aduan.
 
"Itu bukan delik aduan dan mereka melakukan itu di depan polisi. Jadi kalau polisi tidak bertindak, aneh bin ajaib," ujar Refly, Sabtu.

Refly mengaku dirinya undangan lain yang ada di diskusi tersebut berencana untuk melaporkan aksi perusakan ini ke pihak berwajib jika polisi tidak bertindak.

"Menurut saya kita perlu nanti datang ramai-ramai ke kantor polisi untuk menyampaikan hal itu, kalau mereka tidak melakukan apa-apa," kata dia.

Sementara Din Syamsudin mengatakan sejak pagi sekelompok massa yang menolak diskusi sudah berorasi dari atas sebuah mobil komando di depan hotel. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved