Video Syur Guru dan Siswi di Gorontalo

Babak Baru Kasus Video Syur Guru dan Siswi di Gorontalo, Korban Disebut Dapat Ancaman dari Guru 

Babak baru kasus video syur guru dan siswi di Gorontalo, korban disebut dapat ancaman dari guru. 

Editor: Rita Lismini
Istimewa
Foto guru dan siswi yang viral. Babak Baru Kasus Video Syur Guru dan Siswi di Gorontalo, Korban Disebut Dapat Ancaman dari Guru 

TRIBUNBENGKULU.COM - Babak baru kasus video syur guru dan siswi di Gorontalo, korban disebut dapat ancaman dari guru. 

Kasus video syur guru  berinisal DH (57) dan siswi di Gorontalo hingga kini terus bergulir. 

Banyak spekulasi yang bermunculan bahwa guru dan siswi yang melakukan hubungan intim tersebut didasari suka sama suka. 

Meski begitu, sang guru tetap mendapat hukuman yakni terancam 15 tahun penjara.

Tak sedikit yang menyayangkan tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh guru dan siswi tersebut. 

Alih-alih mengayomi muridnya gegara ditingal orang tuanya alias yatim piatu, oknum guru tersebut justru mengajak hal yang tak sepatutnya dilakukan oleh seorang guru. 

Mirisnya, DH dan siswi tersebut sudah menjalin asmara sejak Januari 2022 lalu. 

Kendati demikian, kini terkuak alasan siswi tersebut takut untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. 

Disinyalir  melalui akun faceboook diduga milik siswi itu mengatakan bahwa ia diancam oleh sang guru, jika ia tak menuruti apa kehendak gurunya.

"Awal awal saya sangat menolak. Tapi dengan ancaman dia mengeluarkan dari sekolah saya pun mengikuti," tulis akun siswi Gorontalo tersebut, dikutip Senin (30/9/2024).

Ia juga mengaku, ia tak memiliki bukti untuk melaporkan hal ini kepada pihak sekolah.

"Untuk melapor saya takut karena untuk masuk sekolah saja saya berjuang sendiri dengan susah payah," tulisnya.

Korban takut, jika apa yang disampaikannya tidak didengar oleh guru hingga akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah.

"Dipikiran saya saat itu jika saya lapor saya yang tidak di percayai oleh guru lain dan siapapun karena saya tidak memiliki bukti apapun lalu saya di keluarkan dari sekolah (Seperti yang mempunyai uang dan kuasa yang menang)," 

"Jika saya dikeluarkan saya tidak mempunyai harapan dan cita cita pupus. Walau saya benar sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu," 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved