Sabtu, 25 April 2026

Kebakaran Rumah di Rejang Lebong

Kurun Dua Hari, Tiga Rumah di Rejang Lebong Bengkulu Hangus Terbakar

Dalam kurun waktu dua hari, sudah ada tiga rumah yang mengalami musibah kebakaran di Kabupaten Rejang Lebong.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/TribunBengkulu.com
Musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Dalam kurun waktu dua hari, sudah ada tiga rumah yang mengalami musibah kebakaran di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Dalam kurun waktu dua hari, sudah ada tiga rumah yang mengalami musibah kebakaran di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Semua musibah kebakaran ini diduga disebabkan akibat konsleting arus listrik.  Pertama terjadi di rumah sekaligus kos-kosan milik Ferawati (60) warga Dusun III Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan pada Rabu (2/10/2024) pagi.

Akibat kejadian ini, kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan satu unit sepeda motor milik salah satu penghuni kosan ludes.

Kejadian kedua terjadi di rumah semi permanen yang ada di perumahan SD Desa Belumai 1 Kecamatan Padang Ulak Tanding pada Rabu (2/10/2024) sore .

Rumah yang dihuni oleh Ayu (25) dan Ayot (35) terbakar hebat. Akibat kejadian tersebut, kerugian materil ditafsir mencapai Rp 50 juta.

Selanjutnya, kembali terjadi musibah kebakaran pada Kamis (3/10/2024) sore. Rumah berukuran 6x10 meter milik Zaini (80) warga Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup Tengah nyaris ludes terbakar.

Rumah itu nyaris terbakar yang diduga akibat korsleting listrik. Untungnya api berhasil dipadamkan sebelum menyambar semua bagian.

Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong Ferry Najamudin mengatakan memang sejauh ini penyebab kebakaran kebanyakan disebabkan korsleting arus listrik.

Hampir seluruh kejadian kebakaran di Kabupaten Rejang Lebong disebabkan hal itu. Namun ia tak menampik ada sejumlah penyebab lainnya seperti kompor atau sumber api lainnya.

"Kebanyakan karena arus listrik, jadi ini yang perlu kita waspadai bersama," ucap Ferry.

Ferry mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan ikut serta mencegah kebakaran. Yakni dengan cara menggunakan peralatan elektronik sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Kemudian hindari menggunakan satu stop kontak untuk banyak barang elektronik dengan ditumpuk. Juga bila perlu, lakukan pengecekan kabel yang sudah berusia lama.

Ferry juga mengimbau warga untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri maupun dibantu oleh Perusahaan Listrik negara (PLN).

"Dengan pencegahan-pencegahan, kita berupaya untuk menurunkan kasus kebakaran di Rejang Lebong," lanjut Ferry.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved