Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Agama Khonghucu Kelas 12 Halaman 97 BAB 3: Sejarah Agama Khonghucu dan Perkembangannya

Berikut kunci jawaban Agama Khonghucu kelas 12 SMA halaman 97, Bab 3 Kurikulum Merdeka Situs Sejarah Agama Khonghucu dan Perkembangannya

Penulis: kontenkreator | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Ist
Ilustrasi kunci jawaban agama khonghucu BAB 3 Situs Sejarah Agama Khonghucu dan Perkembangannya. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Berikut kunci jawaban Agama Khonghucu kelas 12 SMA halaman 97, Bab 3 Kurikulum Merdeka Situs Sejarah Agama Khonghucu dan Perkembangannya.

Kunci jawaban Agama Khonghucu ini terdapat pada Buku Agama Khonghucu dan budi pekerti Kelas 12, Kurikulum Merdeka halaman 97.

Kunci jawaban Agama Khonghucu Kelas 12 halaman 97 Kurikulum Merdeka ini bisa digunakan oleh orang tua atau wali sebagai panduan untuk mengevaluasi dan mendukung proses belajar siswa.

Sebelum siswa melihat kunci jawaban Agama Khonghucu, diharapkan siswa menjawab soal secara mandiri terlebih dahulu.

Soal uraian sebanyak 5 soal.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan uraian yang jelas!

1. Sebutkan dan tuliskan nama-nama tempat suci peribadahan Agama Khonghucu!

Jawab :

  •  TIĀNTÁN (Tiān TÁN, 天坛), Altar Suci untuk bersujud atau bersembahyang
  •  Xing Ta = tempat mengajar Nabi
  • Kong Miào 孔庙 atau Kŏngzĭ Miào 孔子庙
  •  Wén Miào 文庙, Komplek bangunan kuil Kebaktian/kelenteng kepada Nabi Kŏngzĭ
  •  Lĭtáng 礼堂
  •  Zōnɡ Miào 宗庙 : Rumah abu leluhur
  •  Kelenteng, 庙 Miào

2. Tuliskan situs-situs sejarah Agama Ru Jiao (Agama Khonghucu) yang ada di Indonesia!

Jawab: 

  • Kelenteng Hong Tiek Hian (Surabaya 1293)
  • Kelenteng Talang (Cirebon 1450)
  • Kelenteng Ban Hin Kiong (Manado 1819)
  • Kelenteng Boen Bio (Surabaya 1883)

3. Jabarkan nilai-nilai dan pengaruh kontribusi ajaran Khonghucu bagi perdamaian dunia!

Jawab: Konsep budaya damai yang hendak dikembangkan oleh pendidikan agama Khonghucu adalah pemahaman dan pemikiran yang bersifat toleransi inklusif yang diharapkan dapat menjadi jawaban atau solusi alternatif bagi keinginan untuk merespons dan mengatasi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan. 

Di dalam Kitab Sanjak tertulis, “Bukankah Kebajikan yang maha cemerlang itu telah menjadikan beratus negara bagian menurut perintah? “ Maka seorang Jūnzĭ dengan ketulusan dan hormatnya membawa damai di dunia (Zhōngyōng 中庸 XXXII: 5). Mèngzĭ 孟子 berkata, “Rakyat yang dipimpin oleh seorang raja muda pemimpin, akan tampak giat dan gembira.

Rakyat yang dipimpin oleh seorang Raja Suci, akan tampak damai tenteram (Mèngzĭ 孟子 VII A: 13). 

Pendidikan agama yang menyangkut etika moral harus menjadi prioritas utama dalam membangun pola pikir menuju sikap damai dan sejahtera.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved