Minggu, 19 April 2026

Berita Seluma

Pengiriman Tenaga Kerja ke Luar Negeri Rawan TPPO, Warga Seluma Bengkulu Diingatkan Waspada

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tengah menjadi sorotan Aparat Penegak Hukum (APH).

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Yunike Karolina
Yayan Hartono/TribunBengkulu.com
Kepala DP3AP2KB Seluma Rosdiana meminta masyarakat waspada terhadap tawaran bekerja ke luar negeri karena rawan terjadi TPPO. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tengah menjadi sorotan Aparat Penegak Hukum (APH).

Di Kabupaten Seluma ini menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). 

Kepala DP3AP2KB Seluma Rosdiana mengatakan, satu warga Kabupaten Seluma telah menjadi korban TPPO pengiriman tenaga kerja. 

Modusnya, dengan merekrut calon tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri namun tidak melalui prosedur yang benar. 

"Satu warga kita telah menjadi korban, namun sekarang sudah dikembalikan ke keluarga. Penyalurnya telah diproses hukum oleh pihak kepolisian," kata Rosdiana. 

DP3AP2KB kata Rosdiana, memiliki peran untuk melakukan pencegahan. Melalui bidang pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak pihaknya saat ini gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. 

"TPPO ini ada lima kategorinya. Ada ekploitasi seksual, tenaga kerja, organ tubuh, kawin kontrak dan eksploitasi anak. Kami DP3AP2KB siap berperang melawan ini," kata Rosdiana. 

Untuk TPPO tenaga kerja, lanjutnya, pihaknya gencar turun ke masyarakat melakukan sosialisasi dan pemahaman. Karena hal ini sangat rentan, mayoritas sasarannya pun adalah kaum perempuan.

"Untuk masyarakat Seluma yang akan bekerja ke luar negeri, kami minta waspada. Carilah perusahaan yang benar legal dan terdaftar, agar terhindar dari TPPO ini," pesan Rosdiana. 

Dari penelusuran yang di dapat tambah mantan kadisnakertrans ini, calo atau penyalur tenaga kerja mengirim tenaga kerja melalui Batam dan Dumai.

Sehingga dalam waktu dekat ini ujar Rosdiana pihaknya akan melakukan kunker untuk mencegah pengiriman tenaga kerja Seluma ilegal ini melewati perbatasan Indonesia. 

"Kita akan jajaki kerjasama dengan Batam dan Dumai. Nantinya, jika ada warga Seluma yang akan ke luar negeri melalui Batam dan Dumai agar diperketat. Karena tenaga kerja yang dikirim ini menggunakan paspor wisata," jelas Rosdiana.

Baca juga: Pelajar Korban Kecelakaan di Desa Air Teras Seluma Bengkulu Meninggal Dunia, Sopir Diperiksa

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved