Senin, 11 Mei 2026

Rachmat Riyanto dan Tarmizi

Kisah Cinta Rachmat Riyanto dan Susilo Damarini, Terpikat Pesona Sang Ketua Karang Taruna

Rachmat Riyanto adalah salah satu calon Bupati Bengkulu Tengah yang diunggulkan memenangkan Pilkada Bengkulu Tengah 2024.

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Dr. Susilo Damarini, SKM., M.PH, istri dari Calon Bupati Bengkulu Tengah nomor urut 1 Rachmat Riyanto yang saat ini bertugas sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Rachmat Riyanto adalah salah satu calon Bupati Bengkulu Tengah yang diunggulkan memenangkan Pilkada Bengkulu Tengah 2024.

Di setiap kesibukannya blusukan dan berkampanye, ada seorang wanita yang selalu mendampingi dirinya bernama Susilo Damarini. 

Keduanya tampak harmonis, Rachmat Riyanto pun tak pernah lupa mengenalkan sang istri kepada seluruh tim dan relawan yang hadir di dalam kampanye. 

Dibalik keharmonisan itu, ternyata ada cerita dan kisah cinta yang menarik untuk diketahui. 

Awal Pertempuan: Pesona Sang Ketua Karang Taruna

Rachmat Riyanto dan Susilo Damarini pertamakali bertemu ketika Damarini ditugaskan Kanwil Kesehatan Bengkulu di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Curup Rejang Lebong sebagai seorang guru pada tahun 1990.

Dalam suatu waktu, siswa SPK sedang menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kelurahan Adirejo Kecamatan Curup dan Damarini harus mendampingi para siswa dan guru-guru lainnya. 

Ternyata Kelurahan Adirejo merupakan tempat tinggalnya Rachmat Riyanto muda yang saat itu menjabat sebagai seorang Ketua Karang Taruna. 

Momen pertemuan pertama kali, saat pembukaan kegiatan PKL yang menghadirkan seluruh pihak, mulai dari SPK, pihak Kelurahan dan Karang Taruna Adirejo. 

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Karang Taruna, Rachmat Riyanto pun tampil dalam acara pembukaan tersebut dan memberikan kesan yang mendalam bagi Damarini saat pertemuan pertama. 

"Awal pertama ketemu itu, bapak itu auranya keluar dan terlihat bahwa orangnya pintar dan berkharisma," kenang Damarini. 

Setelah pertemuan itu, keduanya mulai saling mengenal satu sama lain, di sela-sela kesibukan Rachmat sebagai staf di Kecamatan Curup dan berkuliah di STIA Curup, hubungan keduanya semakin erat. 

"Waktu itu kan tidak ada handphone ya, jadi kalau komunikasi itu ya secara langsung saja. Bapak yang ngejar-ngejar saya waktu itu, pamali dong kalau saya yang ngejar duluan," ucap Damarini sembari tertawa. 

Setahun menjalani hubungan asmara, keduanya pun menikah pada tahun 1991.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved