Mahasiswi Semarang Dilecehkan
Mahasiswi Semarang Dilecehkan Saat Magang Oleh Manajer BUMN, Dicium dan Dipegang Dadanya
Ramai di media sosial mahasiswi Semarang berinisial H (21) mengaku dilecehkan saat magang oleh salah satu manager perusahaan BUMN.
TRIBUNBENGKULU.COM - Ramai di media sosial mahasiswi Semarang berinisial H (21) mengaku dilecehkan saat magang oleh salah satu manager perusahaan BUMN.
Salah satu akun X (Twitter @Folkhsit ng turut membagikan kejadian miris yang dialami oleh mahasiswi Semarang tersebut.
"Niat nyari ilmu malah dapet trauma, yang kuat ya kak, Mahasiswi Semarang, Jawa Tengah," tulisnya, Kamis (21/11/24).
Dengan tangan gemetar, H menceritakan tragedi asusila yang dilakukan oknum pejabat di dalam ruangan pada Senin (18/11/2024) kemarin.
Awal mulanya H diminta oleh oknum pejabat tersebut untuk memperkenalkan diri.
Mirisnya, dirinya sempat ditawari rokok oleh pejabat BUMN tersebut, namun ditolaknya.
"Saya sudah berulang kali menolak tawaran rokok itu tetapi tetap dipaksa," ujarnya.
H mengatakan oknum pejabat itu mulai melakukan tindakan menggoda dengan memegang-megang tangannya. Dirinya berusaha menghindar dari rayuan pejabat itu dan berusaha keluar dari ruangan tersebut.
"Saya tetap dipaksa disitu untuk menemani. Akhirnya saya dipegang pipi saya dan dicium. Saya sudah menolak tapi dia tetap memaksa," tuturnya.
Menurutnya, pejabat itu tetap melakukan tindakan bejat dengan meraba-raba tubuhnya.
Dirinya memaksa keluar ruangan. Namun tangannya dipegang erat oleh oknum pejabat itu.
"Saya di situ ditawari untuk diajak ngopi. Saya dikasih uang Rp 50 ribu buat naik ojek online, agar tidak ada yang tahu kalau pergi berdua dengan pejabat itu."
"Saya tolak karena saya punya uang. Tapi dia tetap memaksa memberikan uang dengan menempelkan di payudara saya," imbuhnya.
Setelah itu ia lari keluar ruangan pejabat tersebut dan melapor ke mentornya di lokasi magang. Dirinya langsung pulang dan lapor ke kampus dan keluar berharap perkara itu dapat ditindak lanjuti.
"Setelah kejadian itu saya masih di whatsapp mengajak ngopi," jelasnya.
Ia menuturkan pada hari berikutnya tidak pernah datang ke kantor BUMN itu. Keluargannya meminta agar tidak melanjutkan magang.
"Saya dikasih libur dua hari. Keluarga saya meminta saya berhenti saja. Dari kampus juga narik tidak magang lagi," tandasnya.
Lantasan tak terima dengan perlakuan pejabat ia kemudian meminta pendampingan hukum dari LBH Joglo Semar Keadilan.
H lalu melaporkan tindakan bejat yang dilakukan pejabat BUMN ke Polrestabes Semarang.
Kuasa Hukum Korban Buka Suara
Sementara itu, penasihat hukum korban, Heri Hartono menuturkan melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang. Kliennya mengalami trauma paska kejadian itu.
"Atas arahan penegakan hukum untuk melakukan visum psikiatrum dan sudah kami jalani," imbuhnya.
Dia berharap BUMN dapat menertibkan oknum pejabat yang melakukan tindakan bejat. Dirinya tidak ingin hal itu terjadi pada mahasiswa magang lainnya.
"Jangan sampai mahasiswa magang yang harusnya dapat ilmu malah dihancurkan seperti ini," tuturnya.
Ia mengatakan pada perkara itu telah menyiapkan 5 orang saksi. Kelima orang itu dua di antaranya teman magang korban.
" Kemudian ada juga saksi yang diberitahu pertama kali oleh korban tentang kejadian itu," tandasnya.
"Memang awalnya disuruh perkenalan ditanya namanya siapa semester berapa, alamatnya mana. Saat itu ruangannya dalam keadaan tertutup," ujarnya saat ditemui tribunjateng.com, Rabu (20/11/2024).
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Mahasiswi-Semarang-Dilecehkan-Saat-Magang-Oleh-Manajer-BUMN-Korban-Dicium-dan-Dipegang-Dadanya.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.