Sabtu, 25 April 2026

Mahasiswi Semarang Dilecehkan

Kronologi Mahasiswi Semarang Dilecehkan Saat Magang oleh Pejabat BUMN, Modus Perkenalan Diri 

Kronologi lengkap seorang mahasiswi di Semarang, Jawa Timur mengaku dilecehkan saat magang oleh salah satu pejabat BUMN. 

Editor: Rita Lismini
Akun X Folkshitt
Foto mahasiswi Semarang yang dilecehkan. Kronologi Mahasiswi Semarang Dilecehkan Saat Magang oleh Pejabat BUMN, Modus Perkenalan Diri 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kronologi lengkap seorang mahasiswi di Semarang, Jawa Timur mengaku dilecehkan saat magang oleh salah satu pejabat BUMN. 

Alih-alih diterima dengan baik di tempat magang, mahasiswi Semarang berinisial H justru diperlakukan dengan cara tidak senonoh. 

Awalnya H tidak ada yang merasa aneh karena dirinya diminta untuk memperkenal diri terlbih dahulu. 

Layaknya seorang mahasiswi yang sedang magang di sebuah perusahaan. 

Namun, saat memperkenalkan diri pada Senin (18/11/2024) sekitar pukul 08.30 WIB, dirinya justru ditawari rokok oleh pejabat BUMN tersebut. 

Sontak, H tak mengindahkan alias menolak tawaran dari pejabat BUMN tersebut.

"Saya sudah berulang kali menolak tawaran rokok itu tetapi tetap dipaksa," ujarnya.

H mengatakan oknum pejabat itu mulai melakukan tindakan menggoda dengan memegang-megang tangannya. Dirinya berusaha menghindar dari rayuan pejabat itu dan berusaha keluar dari ruangan tersebut.

"Saya tetap dipaksa disitu untuk menemani. Akhirnya saya dipegang pipi saya dan dicium. Saya sudah menolak tapi dia tetap memaksa," tuturnya.

Menurutnya, pejabat itu tetap melakukan tindakan bejat dengan meraba-raba tubuhnya.

Dirinya memaksa  keluar ruangan. Namun tangannya dipegang erat oleh oknum pejabat itu. 

"Saya di situ ditawari untuk diajak ngopi. Saya dikasih uang Rp 50 ribu buat naik ojek online, agar tidak ada yang tahu kalau pergi berdua dengan pejabat itu."

"Saya di situ ditawari untuk diajak ngopi. Saya dikasih uang Rp 50 ribu buat naik ojek online, agar tidak ada yang tahu kalau pergi berdua dengan pejabat itu."

"Saya tolak karena saya punya uang. Tapi dia tetap memaksa memberikan uang dengan menempelkan di payudara saya," imbuhnya.

Setelah itu ia lari keluar ruangan pejabat tersebut dan melapor ke mentornya di lokasi magang. Dirinya langsung pulang dan lapor ke kampus dan keluar berharap perkara itu dapat ditindak lanjuti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved