Jumat, 17 April 2026

Berita Rejang Lebong

Nasib Program Seragam Sekolah Gratis di Rejang Lebong Bengkulu Masih Tanda Tanya

Nasib kelanjutan Program Seragam Gratis di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu masih tanda tanya.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
Kantor DPRD Rejang Lebong. Nasib kelanjutan Program Seragam Gratis di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu masih tanda tanya. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Nasib kelanjutan Program Seragam Gratis di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu masih tanda tanya.

Anggaran untuk Program Seragam Gratis bagi pelajar kelas I SD dan VII SMP baik negeri, swasta hingga madrasah pada APBD Rejang Lebong tahun 2025 belum tersedia.

Kepala Dinas Dikbud Rejang Lebong Drs Noprianto menerangkan, kemungkinan besar pada tahun 2025 ini program seragam gratis sudah tidak ada lagi.

Mengingat dalam APBD Rejang Lebong tahun 2025, anggaran untuk program tersebut sudah tidak ada lagi.

Usulan anggaran yang disampaikan sebelumnya diputuskan dihapus dengan alasan defisit anggaran.

Di mana memang program seragam sekolah gratis untuk ribuan pelajar itu memerlukan anggaran yang mencapai miliaran rupiah. 

"Kemungkinan tidak ada lagi, karena tidak dianggarkan dalam APBD tahun 2025," ucap Nopri. 

Nopri menyebut, rencananya anggaran untuk program tersebut akan kembali diusulkan dalam APBD-Perubahan. 

Namun menurutnya, hal itu sangat beresiko dan dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu.

Meskipun begitu, pihaknya bakal tetap mengupayakan agar program yang telah berjalan beberapa tahun ini tetap terlaksana. 

"Tetap kita perjuangkan agar tetap ada, tapi tidak bisa kita pastikan," ujar Nopri. 

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong Hidayatullah memjelaskan, anggaran untuk program seragam sekolah gratis bukan dicoret atau ditiadakan. 

Menurutnya, anggaran tersebut sengaja ditunda di APBD murni 2025 dan kemungkinan direncanakan akan dimasukkan dalam APBD-Perubahan tahun 2025 nanti. 

"Bukan dicoret, tapi ditunda di APBD murni, kemungkinan akan dilakukan di APBD-Perubahan, kita upayakan," jelas Dayat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved