Rabu, 22 April 2026

PDIP Pecat Jokowi

Jokowi Disebut Harus Buktikan Apakah Bisa Besar dan Hebat Tanpa PDIP

Joko Widodo semestinya membentuk partai politik baru setelah dipecat oleh PDI-P untuk membuktikan hal tersebut.

Antara/Akbar Nugroho
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (tengah) berbincang dengan Presiden Joko Widodo (kiri) dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (kanan) saat berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). PDIP resmi memecat Joko Widodo dari status kader PDIP sejak hari ini, Senin 16 Desember 2024. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Mantan Presiden RI Joko Widodo disebut harus dapat membuktikan bisa besar dan hebat tanpa PDI Perjuangan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.

Ia menilai, Joko Widodo semestinya membentuk partai politik baru setelah dipecat oleh PDI-P untuk membuktikan hal tersebut.

Adi menganggap Jokowi sebaiknya mempertimbangkan hal itu ketimbang bergabung dan mendapatkan posisi terhormat di partai politik yang sudah mapan. 

"Karena begini, tantangan terbesar dari Pak Jokowi setelah tidak jadi presiden, itu satu. 

Apakah Pak Jokowi itu bisa besar dan hebat tanpa PDI-P?" ujar Adi dalam program Gaspol! Kompas.com, Rabu (18/12/2024). 

"Kalau cuma gabung dengan partai yang besar, tantangannya agak kurang, Pak. Gonjangan-gonjangannya agak rumit. Pak Jokowi juga harus membuktikan, karena kata mereka, Pak Jokowi kalau enggak ada PDI-P, kasihan. Kan itu tantangan terbuka," kata Adi.

Seandainya Jokowi bergabung dengan Partai Gerindra yang berhasil menang Pilpres dan Pilkada 2024, atau Golkar yang sudah berusia puluhan tahun, publik tidak akan menganggap Jokowi sebagai politikus yang kuat. 

Satu-satunya pembuktian, menurut Adi, hanya bila Jokowi membuat partai politik dan partai politik tersebut berhasil menjadi partai yang kompetitif dalam pemilu. 

Sejumlah politikus kawakan sudah merintis jalan tersebut. 

Susilo Bambang Yudhoyono membesarkan partai sendiri, Partai Demokrat. 

Begitu pula Surya Paloh, Wiranto, maupun Prabowo Subianto yang setelah keluar dari kepengurusan Partai Golkar berinisiatif untuk membuat partai baru. 

"Tunjukkan bahwa partai barunya Pak Jokowi itu setara dengan PDIP, dan bahkan bisa mengalahkan PDIP. Asyik," ucap Adi.

Adi menilai, Jokowi mempunyai segala-galanya untuk membentuk partai politik baru yang diperhitungkan. 

Menurutnya, partai politik dalam lanskap politik di Indonesia berlandaskan pada tiga hal utama. Pertama, ketokohan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved