Selasa, 19 Mei 2026

Satpam Kebun Raya Bogor Dikeroyok

Polresta Bogor Buru Para Wisatawan yang Aniaya 7 Satpam Kebun Raya Bogor

Polresta Bogor memastikan telah mengantongi identitas para wisatawan, pelaku pengeroyokan 7 satpam Kebun Raya Bogor 

Tayang:
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso memastikan pihaknya telah mengetahui nama-nama wisatawan, para pelaku pengeroyokan 7 satpam Kebun Raya Bogor. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepolisian Resor Kota Bogor memburu para wisatawan yang melakukan penganiayaan kepada 7 satpam Kebun Raya Bogor pada Minggu (15/12/2024). 

Polresta Bogor memastikan telah mengantongi identitas para wisatawan, pelaku pengeroyokan 7 satpam Kebun Raya Bogor 

Pelaku pengeroyokan sendiri merupakan rombongan wisatawan yang sengaja datang ke KRB.

“Kita akan segera tangkap pelaku,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dijumpai di Mako Polresta Bogor Kota, dikutip Tribun Bogor.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, saat ini beberapa saksi sudah diperiksa oleh polisi terkait insiden tersebut.

“Sudah ada beberapa saksi yang kita mintai keterangan ini masih on proses masih ada beberapa orang yang kita akan panggil," kata AKP Aji Riznaldi.

Pihaknya pun menunggu hasil visum luka yang dialami oleh sekuriti usai terlibat keributan dengan rombongan pengunjung.

"Security ada yang mengalami luka,” tambahnya.

Disinggung asal rombongan, sambung Aji, mereka tidak berasal dari luar Kota Bogor melainkan dari wilayah Banten.

Namun, ia belum menyebutkan identitas dari rombongan ini.

"Apakah kelompok ormas, atau kelompok seperti apa atau tour keluarga seperti apa kita dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Kondisi security Kebun Raya Bogor (KRB) yang menjadi korban pengeroyokan di pintu 1 KRB oleh sejumlah rombongan pada Minggu (15/12/2024) lalu saat ini sudah mulai membaik.

Security ini mengalami luka lebam dan sempat dibawa ke rumah sakit pasca kejadian.

“Alhamdulillah, kondisinya sekarang sudah mulai membaik,” kata General Manager PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai pengelola KRB Zaenal Arifin.

Untuk diketahui, aksi pengeroyokan ini pun viral di media sosial.

Satpam yang saat itu sedang bertugas sampai dikeroyok oleh pengunjung yang berpakaian serba hitam.

Insiden ini terjadi tepat di depan pintu 1 KRB.

Saat itu satpam sampai dikejar oleh rombongan pengunjung.

Saat hendak masuk ke dalam, satpam ini pun langsung ditarik oleh pengunjung.

Ia pun terkapar dan langsung dikeroyok. Bahkan, ada pengunjung hendak memukulnya menggunakan plang besi.

Viral di Media Sosial

Viral di media sosial, video sekelompok wisatawan mengeroyok Satpam Kebun Raya Bogor pada Minggu (15/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.

Para wisatawan tersebut diduga berasal dari perguruan silat melakukan pengeroyokan kepada satpam Kebun Raya Bogor.

Peristiwa satpam Kebun Raya Bogor dikeroyok itu pun kini viral di media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Informasi yang berkembang, keributan hingga menyebabkan pengeroyokan itu berawal ketika kelompok diduga dari perguruan silat memaksa masuk area Kebun Raya Bogor.

Satpam yang berjaga saat itu melarang untuk memasuki area Kebun Raya Bogor karena jam operasional telah habis.

Aksi itu pun menyebabkan kemarahan hingga menyebabkan aksi pengeroyokan hingga videonya pun beredar di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @metrobogor_, tampak sekelompok orang dengan mayoritas mengenakan baju hitam menyerang dan mengejar seorang petugas keamanan (satpam).

Para pelaku belakangan diketahui adalah kelompok perguruan silat dari Banten.

Mereka tampak mengejar satpam, kemudian mendorong dan memukul hingga satpam tersebut jatuh ke jalan. 

Tidak hanya itu, mereka juga terlihat menendang gerbang pintu masuk Kebun Raya Bogor.

Video lanjutan menunjukkan puluhan orang itu menghajar dan memukul sejumlah petugas keamanan Kebun Raya Bogor.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Bogor Tengah, AKP Agustinus Manurung mengatakan, insiden itu terjadi pada Minggu (15/12/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sekelompok orang yang menyerang satpam katanya diketahui memaksa masuk ke Kebun Raya Bogor padahal sudah diluar jam masuk atau sudah tutup.

"Itu tuh ada dua bis dari Banten. Mereka jalan-jalan tamasya ke Bogor."

"Sampai di Kebun Raya sekitar jam 16.00 sore, tapi pada waktu itu Kebun Raya sudah tutup. Mereka memaksa ingin masuk, tapi tidak diizinkan oleh satpam,” ucap Agustinus saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2024).

Rombongan tersebut, kata Kapolsek adalah anggota salah satu perguruan pencak silat dari Banten.

Karena tidak diizinkan masuk, rombongan menjadi marah dan menyerang petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.

"Rombongan perguruan pencak silat dari Banten mereka memaksa masuk," katanya.

"Ketika diberi tahu bahwa jam 16.00 WIB sudah tidak bisa menerima pengunjung lagi, mereka tetap memaksa sambil beralasan ingin masuk sebentar untuk berdoa. Namun, satpam tetap tidak memberikan izin sehingga keributan terjadi,” kata Agustinus.

Menurut Agustinus, dalam keributan tersebut, tujuh satpam terdorong, dan satu orang dipukul.

Para korban, katanya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor Kota.

"Saat ngamuk, pokoknya langsung ngejar satpam. Tujuh satpam kedorong, satu lagi dipukul. Setelah keributan selesai, rombongan tersebut langsung meninggalkan lokasi dengan menggunakan bus,” kata Agustinus. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, saat ini laporan satpam Kebun Raya Bogor sedang ditindaklanjuti dan diselidiki pihaknya.

Diantaranya dengan memeriksa CCTV di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

“Sudah ada laporan. Kita lakukan penyelidikan,” ujar Aji.

Penjelasan Manajemen

General Manager PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai pengelola KRB yakni Zaenal Arifin menceritakan detik-detik pengeroyokan tersebut.

Awalnya, petugas keamanan menerima kedatangan rombongan bus ormas pesilat di sore hari.

Namun kedatangan rombongan ormas pesilat itu tidak terkonfirmasi alias tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Pada hari Minggu sekitar pukul empat kurang, jam tersebut adalah menjelang tutup berakhirnya operasional Kebun Raya Bogor," ujar Zaenal Arifin dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan youtube tv one news, Jumat (20/12/2024). 

"Saat itu ada dua rombongan bis yang datang untuk berkunjung ke Kebun Raya dan rombongan tersebut tidak terkonfirmasi untuk melakukan kunjungan." 

Menurut Zaenal, mekanisme pengunjung Kebun Raya Bogor jika membawa rombongan dalam jumlah banyak adalah melakukan konfirmasi 1 atau 2 hari sebelum kedatangan.

Namun rombongan ormas pesilat itu tidak melakukan konfirmasi dan malah datang di waktu Kebun Raya Bogor nyaris tutup.

"Karena tidak terkonfirmasi, kunjungan dadakan, lalu sekuriti kami memberikan penjelasan kepada beberapa anggota rombongan bahwa sesaat lagi Kebun Raya akan berakhir operasionalnya," imbuh Zaenal Arifin.

Kata Zaenal, kala itu rombongan ormas pesilat tersebut sempat berkomunikasi baik-baik dengan satpam.

Bahkan petugas keamanan mempersilahkan rombongan tersebut untuk berdoa di depan Kebun Raya Bogor.

"Saat itu masih biasa-biasa saja saja, komunikasi berjalan baik." 

"Bahkan dari mereka sudah memahami dan meminta waktu kepada kami untuk melakukan doa saja di depan pintu masuk Kebun Raya. Kami mempersilahkan untuk berdoa di depan Kebun Raya," pungkas Zaenal Arifin.

Namun entah kenapa emosi rombongan tersebut tiba-tiba memuncak lalu mengeroyok satpam Kebun Raya Bogor.

Diungkap Zaenal, sebelum adanya aksi pengeroyokan, satpam dan rombongan ormas pesilat sempat cekcok.

"Setelah kami berikan waktu untuk berdoa, petugas kami sudah melakukan sesuai dengan SOP, mengingatkan kembali kepada rombongan untuk kembali ke bis." 

"Mungkin terjadi cekcok dan sebagainya, tiba-tiba ada provokasi dan berujung pada tindakan pengeroyokan anggota sekuriti kami," ujar Zaenal.

Sementara itu, pihak kepolisian turut buka suara terkait kasus pengeroyokan tersebut.

Ternyata bukan cuma karena dilarang masuk ke Kebun Raya Bogor karena sudah jam tutup.

Rombongan ormas pesilat itu mengamuk lantaran sempat meminta diskon kepada petugas.

“Mereka datang dengan menggunakan 2 bus, yang bermaksud ziarah ke makam mbah Jepra di dalam kebun Raya." 

"Namun ketika masuk mereka meminta diskon dan waktu itu  ketika datang ke Kebun Raya sudah mau tutup,” kata Kapolsek Bogor Tengah AKP Agustinus Manurung.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved