Sabtu, 2 Mei 2026

Tanggapan Kemenlu soal Erdogan Walk Out Ketika Prabowo Pidato di KTT D-8 'Hal yang Lumrah'

Tanggapan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) soal Presiden Turki Erdogan walk out ketika Prabowo pidato salam KTT D-8.

Tayang:
Editor: Yuni Astuti
Twitter
Foto ketika Prabowo sedang pidato, sementara terlihat Erdogan walk out. Tanggapan Kemenlu soal Erdogan Walk Out Ketika Prabowo Pidato di KTT D-8 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tanggapan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) soal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meninggalkan ruangan saat Presiden RI Prabowo Subianto pidato dalam KTT D-8 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Juru Bicara Kemenlu RI, Roy Soemirat dalam keterangan tertulis mengatakan jika hal tersebut adalah lumrah.

"Jadi sifat keluar masuk ruangan meeting adalah hal yang lumrah untuk meeting internasional (termasuk di forum PBB)," kata Juru Bicara Kemenlu RI Roy Soemirat dalam keterangan tertulis, Minggu (22/12/2024).

Roy mengatakan, delegasi Indonesia tidak dapat memberikan komentar terhadap jadwal ketua delegasi negara lain yang kemungkinan tidak dapat hadir sepenuhnya pada saat Presiden RI Prabowo Subianto berpidato. 

Meski demikian, Kemenlu memastikan Presiden Prabowo berkesempatan untuk melakukan pertemuan singkat dengan seluruh ketua delegasi lain menjelang dan setelah KTT, termasuk dengan Presiden Turki.

"Khusus dengan Presiden Turki, dapat disampaikan bahwa kedua pemimpin melakukan pertemuan dalam situasi yang sangat bersahabat, termasuk pada saat duduk berdekatan pada acara luncheon yang diselenggarakan setelah berakhirnya KTT," ujarnya.

Dikutip dari Kompas.id, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan bersama sejumlah delegasi lain keluar ruangan saat Presiden RI Prabowo Subianto berpidato pada Kamis (19/12/2024) di KTT D-8.

Erdogan berlalu dan keluar dari ruangan melewati Prabowo dari belakang. Dari rekaman video yang disiarkan berbagai media, beberapa delegasi dari negara lain yang juga keluar ruangan.

Baca juga: Alasan Presiden Turki Erdogan Walk Out Saat Prabowo Baru Mulai Pidato, Tak Senang Bela Palestina? 

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8) di Kairo, Mesir, Prabowo menyerukan persatuan di antara negara-negara mayoritas Muslim.

Terlebih, populasi Muslim di dunia berjumlah 2 miliar orang atau sekitar 25 persen dari jumlah penduduk dunia.

Dia menegaskan pentingnya kerja sama erat dan satu suara di tengah situasi yang memperlihatkan adanya konflik internal di banyak negara Muslim.

"Kita harus bekerja untuk memiliki kerja sama yang erat di antara kita. Kita harus bekerja untuk memiliki satu suara dan tidak terpecah belah," ujar Prabowo pada sesi khusus KTT Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024) waktu setempat.

Prabowo menyayangkan kondisi di mana banyak negara Muslim masih bertikai satu sama lain, seperti yang terlihat di Sudan, Libya, dan Yaman.

Menurut dia, konflik tersebut menghambat upaya kolektif untuk mendukung perjuangan bangsa Palestina.

"Kita melihat Libya, pemimpin Muslim melawan pemimpin Muslim. Kita melihat pemimpin Muslim Yaman melawan pemimpin Muslim. Kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu rakyat Palestina? Jika kita bertengkar satu sama lain," kata Prabowo dengan nada penuh keprihatinan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved