Rabu, 22 April 2026

Dokter di Palembang Tuduh Orang Mencuri

Perangai Dokter di Palembang Ogah Minta Maaf ke Herman Meski Hp Dikembalikan, Akui Dirinya Difitnah

Perseteruan antara Herman dan dokter di Palembang soal handphone berbuntut panjang.

Editor: Yuni Astuti
TribunSumsel.com
Kolase foto A Rilo Budiman SH dan Rekan (kiri) dan Herman (kanan). Perangai Dokter di Palembang Ogah Minta Maaf ke Herman Meski Hp Dikembalikan, Akui Dirinya Difitnah 

TRIBUNBENGKULU.COM - Perseteruan antara Herman dan dokter di Palembang soal handphone berbuntut panjang.

Herman mengaku jika dirinya menemukan handphone di Jalan Datuk M Akib, depan Puskesmas 23 Ilir, Selasa 24 Desember 2024.

Karena kurang mengetahui cara menggunakan iPhone sehingga Herman berniat untuk mengembalikan handphone milik oknum dokter tersebut dan meminta bantuan rekan kerjanya.

Namun sayangnya saat hermanto ingin mengembalikan handphone milik dokter tersebut, ia justru dituduh mencurinya.

Setelah tiba di rumah makan Pindang Musi Rawas, Hermanto meminta karyawan untuk mengangkat telepon yang kemungkinan datang dari pemilik handphone dan memberitahukan bahwa handphone tersebut telah ditemukan.

Namun, kejadian berbalik ketika pemilik handphone yang ternyata seorang dokter, datang dan langsung menuduh Hermanto sebagai pencuri.

"Saya dicaci-maki, dihina, dan dituduh maling," ujar

Hermanto menceritakan kejadian tersebut. Merasa malu dan tidak terima dengan perlakuan tersebut, Hermanto pun mengusir dokter tersebut dari lokasi.

Insiden inipun viral di media sosial, hingga akhirnya oknum dokter tersebut bereaksi karena tahu dirinya kini menjadi sorotan dari berbagai pihak.

Melalui kuasa hukum dokter, Iftitah A Rilo Budiman, menyampaikan bahwa justru Hermanto yang harus meminta maaf.

"Kami dituduh bahwa klien kami menyebut dia maling, padahal tidak. Dalam video viral itu, tidak ada klien kami yang menuduh," ujarnya menjelaskan. 

"Dari cerita klien kami, 2 kali handphone itu ditelpon direject terus diteelpon 15 kali tidak masuk. Terakhir keluar peringatan di handphone itu agar segera mengembalikan handphone atau menghubungi nomor ini," tuturnya. 

Saat bertemu dan terjadi keributan, bahkan katanya, Hermanto sempat ingin melemparkan traffic cone ke arah kliennya.  

Rilo menambahkan bahwa pihaknya merasa kliennya menjadi korban fitnah. 

Dari sudut pandang dokter, mereka merasa bahwa permasalahan ini terlalu jauh berlanjut. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved