Senin, 8 Juni 2026

Viral Lokal

Pedagang Danau Dendam Kota Bengkulu Lainnya Ikut Terdampak, Viral Keluhan Pengunjung

Viral di Media Sosial (Medsos) sejumlah keluhan pengunjung Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.

Tayang:
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Yunike Karolina
Aghisty Firan Marenza/TribunBengkulu.com
Keindahan wisata alam Danau Dendam Tak Sudah. Viral di medsos sejumlah keluhan pengunjung Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Viral di Media Sosial (Medsos) sejumlah keluhan pengunjung Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu.

Harga makanan dan minuman dipatok terlalu tinggi hingga oknum pedagang yang tak ramah saat pengunjung datang dinilai menjadi penyebab wisata Danau Dendam kini kurang diminati.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bengkulu Amrullah mengatakan, saat ini pengelolaan tata kelola Danau Dendam ada pada Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.

"Berkenaan dengan pengelolaan Danau Dendam, sudah dikelola oleh Dinas Pariwisata Provinsi, akan tetapi kami juga dari Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, juga turut andil dalam penata kelolaan itu," kata Amrullah, Senin (6/1/2025).

Sementara itu terkait pedagang yang mematok harga dengan terlalu tinggi, dinas pariwisata belum ada regulasi untuk menetapkan standar harga di sana.

"Sekarang ini, banyak keluhan dari masyarakat terkait harga yang terlalu mahal. Kita harus memaklumi juga karena mereka berusaha di situ. Dan belum ada regulasi kami untuk menetapkan standar harga di sana," beber Amrullah.

Lanjut Amrullah, diperkirakan harga jual yang tinggi dikarenakan hari-hari libur besar.

Permintaan meningkat sementara stok yang ada sedikit membuat pedagang menaikan harga jualnya.

"Hal itu sudah sering terjadi, bukan hanya pada wisata di Bengkulu, pada saat hari-hari libur kemungkinan para pedagang menaikan harga jualnya," sambungnya.

Sementara itu, Kurnia (51) salah satu pedagang yang sudah 15 tahun berjualan di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, ikut terdampak setelah viral video yang menyebutkan harga jual terlalu tinggi.

"Jujur sejak viralnya video itu, sejak hari Jumat kemarin pegunjung sangat sepi, saya sangat menyayangkan sekali terkait hal itu," ungkap Kurnia.

Kurnia mengaku, harga jual yang ada di warung miliknya masih batas normal. Tidak ada memanfaatkan momen libur untuk menaikan harga yang terlalu tinggi.

"Kalau warung saya, harganya normal-normal saja, kelapa Rp 15 ribu, mineral Rp 5 ribu, Pop Mie Rp 10 ribu. Sudah 15 tahun saya berjualan tidak ada menaikan harga yang terlalu tinggi," ujar Kurnia.

Menurutnya, bisa jadi ada oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja menaikan harga atau orang-orang yang ingin menjelekan wisata Danau Dendam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved