Senin, 8 Juni 2026

Viral di Media Sosial

Tergiur Iming-Iming Anaknya Bisa Jadi Anggota Polisi, Perajin Gerabah Tertipu Rp 900 Juta 

Nasib pilu dialami perajin gerabah asal Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah bernama Suratmo (57.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TikTok
Foto Perajin Gerabah yang tak kuat menahan tangis usai tertipu Rp 900 juta. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Nasib pilu dialami perajin gerabah asal Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah bernama Suratmo (57.

Cerita tentang dua putra Suratmo yang ingin mendaftar jalur Bintara itu didengar oleh sahabat Suratmo yang bernama Wahono.

Kebetulan, Wahono memiliki putra seorang polisi berpangkat Brigadir yang bertugas di Polres Pemalang.

Menurut cerita Suratmo, Wahono menyarankan agar Suratmo memberikan “uang muka operasional”.

Suratmo pun memberikan uang muka sebesar Rp 500 juta.

Namun, setelah mengirimkan uang Rp 500 juta, Suratmo diminta membayar uang tambahan Rp 400 juta dengan alasan itu adalah permintaan dari Kapolres Pemalang dan Kapolda Jawa Tengah. 

"Saya transfer sebesar 400 juta rupiah alasannya untuk Pak Kapolres dan Pak Kapolda, sehingga total keseluruhan yang sudah diberikan sebesar 900 juta rupiah. Dan bukti kuitansi ada semua komplet," kata Suratmo, dikutip dari Kompas.com.

Dua putra Suratmo pada akhirnya tidak lolos seleksi calon Bintara.

Mengetahui hal itu, Suratmo berusaha menghubungi oknum polisi tersebut. 

Dalam perjanjian tertulis bahwa uang Suratmo akan dikembalikan 100 persen jika proses seleksi gagal. 

Namun, oknum polisi tersebut menjawab dengan santai. 

"Kalau gagal, ya bisa mengulangi tahun depan, soalnya uangnya habis buat judi online," kata Suratmo menirukan jawaban oknum polisi yang menipunya.

Impian kedua putranya untuk jadi anggota polisi pupus. Uang sebesar Rp 900 juta melayang.

Saat ditemui di kediamannya, Suratmo bersama istri dan kedua putranya tampak pasrah setelah berusaha menagih uang yang dijanjikan oknum polisi tersebut. 

"Kebetulan niatan itu, sawah yang di Pantura laku terjual sehingga bisa untuk uang muka sebesar Rp 500 juta rupiah," bebernya sambil menangis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved